Dilaporkan Berbuat Curang, Lima Timsel Komisioner KPUD Nias Selatan Diperiksa Inspektorat

kecurangan juga terlihat jelas dengan tidak tegasnya tim seleksi menjalankan regulasi rekrutmen

Dilaporkan Berbuat Curang, Lima Timsel Komisioner KPUD Nias Selatan Diperiksa Inspektorat
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Kedua pelapor, Pengalaman Mendrofa dan Samprianus Sihura saat menunggu konfrontir terkait seleksi komisioner KPUD Nias Selatan, Sumatera Utara periode 2018-2023, Rabu (8/8/2018) 

Laporan Rahmad Wiguna | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN – Lima orang yang tergabung dalam tim seleksi komisioner KPUD Nias Selatan, Sumatera Utara periode 2018-2023 diperiksa Inspektorat KPU RI, Rabu (8/8/2018).

Pemeriksaan yang dilakukan di sebuah hotel di Jalan Balaikota, Medan ini buntut dari laporan dua peserta seleksi, Pengalaman Mendrofa (31) dan Samprianus Sihura (35).

Keduanya mengatakan begitu banyak indikasi kecurangan yang mereka temukan, di antaranya hilangnya berkas peserta setelah diserahkan kepada tim seleksi.

Baca: Sempat Kabur ke Sumatera Utara, Polisi Berhasil Ringkus Pembunuh Siswa SMAN 2 Langsa

“Contoh saya, saya sudah menyerahkan semua berkas yang diminta. Mulai dari SKCK, surat keterangan dari pengadilan dan sebagainya sudah saya lengkapi. Tapi dinyatakan tidak lengkap, berarti kan hilang,” kata Mendrofa.

Samprianus menambahkan, kecurangan juga terlihat jelas dengan tidak tegasnya tim seleksi menjalankan regulasi rekrutmen.

Dijelaskannya, berdasarkan PKPU Nomor 13/2017, peserta seleksi tidak dibenarkan pasangan suami isteri.

“Tapi faktanya ada, dan dinyatakan lulus pemberkasan. Bahkan ada yang berstatus PNS diluluskan juga,” ucapnya.

Indikasi kecurangan disebutnya juga terjadi pada seleksi komisioner KPUD Nias.

Baca: Ada Logo Bendera Alam Peudeung di Kongres Umat Islam Sumatera Utara

Jumlah peserta yang mendaftar diumumkan hanya 18 orang, namun belakangan yang lulus seleksi admistrasi bertambah satu orang atau menjadi 19 orang.

“Bagaimana pelaksanaan pemilu bisa jujur kalau pada proses seleksi anggotanya saja banyak dugaan kecurangan. Kami berharap kasus ini diusut tuntas,” timpal Ebenezer, tokoh Nias di Medan yang mendampingi kedua pelapor saat dikonfrontir dengan lima anggota timsel.

Sejauh ini konfirmasi terhadap kelima timsel maupun KPUD Nias Selatan belum membuahkan hasil.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved