PKA 7

Disediakan Ratusan Porsi Makanan Gratis

FESTIVAL Kuliner Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII akan berlangsung 7-13 Agustus 2018 di Taman Sultanah Safiatuddin

Disediakan Ratusan Porsi Makanan Gratis
Peserta Eksebisi Hidangan Khas Khanduri Kematian mempersiapkan penganan dan makanan sebelum dinilai oleh tim juri di arena Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7 di Taman Sri Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Selasa (7/8/2018). Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Kabupaten Kota di Aceh dengan menampilkan ciri khas daerah masing-masing. SERAMBI/M ANSHAR 

FESTIVAL Kuliner Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII akan berlangsung 7-13 Agustus 2018 di Taman Sultanah Safiatuddin, Banda Aceh. Setiap hari tersedia ratusan porsi makanan yang dibagikan kepada pengunjung mulai siang hingga malam.

Makanan yang dibagikan itu merupakan kuliner khas dari 23 kabupaten/kota yang dimulai 8-13 Agustus 2018. Setiap hari akan ditunjuk tiga atau empat daerah yang menyediakan kuliner gratis kepada pengunjung. Nantinya makanan itu akan dibagikan secara bertahap mulai siang, sore, hingga malam.

Untuk mendapatkan makanan tersebut, peserta harus mengambil kupon saat makanan sedang dimasak di stan masing-masing kabupaten/kota di arena festival kuliner.

Hari ini, Rabu (8/8) pukul 14.00 WIB akan ada di Stan Bener Meriah sajian gratis gutel, lepat, dan kopi, lalu Simeulue menyajikan tabbaha longon pada pukul 16.00 WIB, dan terakhir Aceh Barat menyajikan gulee eungkot sale mancang pada pukul 20.00 WIB.

Sedangkan besok, Kamis (9/8) giliran Aceh Tamiang menyajikan bubur pedeh pada pukul 10.00 WIB, Aceh Tengah menyajikan cecah pada pukul 14.00 WIB, Singkil menyajikan kue bijo salak pada pukul 16.00 WIB, dan Aceh Selatan menyajikan taleh maluncee pada pukul 20.00 WIB.

Ketua Panitia Pelaksana Festival Kuliner Aceh PKA VII, Ilyas MP kemarin mengatakan, sejak dimulainya festival kuliner, pihak penyelengara langsung menyediakan kuliner gratis. “Di hari pembukaan festival kuliner ini dibarengi pula dengan kenduri boh kayee, di mana semua buah-buahan yang disediakan hari ini dibagikan secara gratis kepada pengunjung,” ujar Ilyas.

Selain buah-buahan, ada juga 1.000 lebih prosi olahan buah yang dibagikan kepada pengunjung, seperti rujak manis, manisan kecapi, manisan kedondong, dan manisan buah cermai.

Selain itu, sebut Ilyas, di setiap stan kuliner kabupaten/kota pengunjung juga bisa menikmati berbagai makanan dan minuman khas daerah masin-masing, bahkan yang sudah jarang disajikan sekalipun dengan cara membeli dengan harga murah, yakni hanya Rp 5.000 per porsinya.

Dengan mengangkat tema “Encyclofoodia of Aceh”, pameran ini juga diisi dengan sejumlah kegiatan seperti pameran bahan pangan, pameran buah-buahan, dan kenduri boh kayee. Kegiatan itu merupakan salah satu adat masyarakat Aceh untuk mengekspresikan rasa syukur atas buah-buahan yang sudah berhasil dipanen.

Istri Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Dyah Erti Idawati, mengatakan, kuliner menjadi salah satu pilar penting untuk peningkatan ekonomi rakyat. Dengan adanya festival kuliner seperti ini, sebut Dyah Erti, kuliner Aceh bisa terus dikenal oleh masyarakat, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di mancanegara.

“Oleh karena itu, pembinaan terhadap usaha kuliner di Aceh menjadi sangat penting karena ini menjadi bagian terpenting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help