PKA 7

Ingin Perbaiki Arsip, Datang ke Stan Dinas Perpustakaan

Bagi masyarakat yang ingin memperbaiki arsip--seperti ijazah, surat tanah, akte kelahiran atau dokumen

Ingin Perbaiki Arsip, Datang ke Stan Dinas Perpustakaan
KEPALA Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dr Wildan MPd, menyerahkan sejumlah buku kepada penyair Rusia Victor Pogadaev, disaksikan penyair Malaysia, Zainon Ismail (kedua dari kiri). Kedua penyair itu tampil baca puisi di Panggung Literasi. 

BANDA ACEH - Bagi masyarakat yang ingin memperbaiki arsip--seperti ijazah, surat tanah, akte kelahiran atau dokumen penting lainnya--yang telah rusak, dipersilakan datang ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr Wildan MPd menginformasikan hal itu seusai pembukaan Pameran Sejarah dan Kebudayaan Perpustakaan dan Kerarsipan dalam rangka Pekan Kebudayaan Aceh 7 (PKA 7), Selasa (7/8).

Pameran dibuka Plt Gubernur Aceh diwakili Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Dr M Jafar SH MHum. Pameran berlangsung sampai 14 Agustus 2018, di halaman Gedung Arsip Aceh, Jalan Teuku Nyak Arief. Pewmbukaan ditandai dengan pengguntingan pita dan pelepasan balon ke udara.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh secara khusus menyediakan stan preservasi (perbaikan arsip rusak) bagi masyarakat umum. “Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan momen ini. Seperti kita ketahui banyak arsip dan dokumen masyarakat yang rusak akibat tsunami. Untuk dapat diperbaiki dan ditangani, masyarakat dapat membawa dokumen atau arsip rusak ke stan untuk diperbaiki,” ujar Dr Wildan.

Plt Gubernur Aceh dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh mengharapkan stan-stan pameran yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh dapat menyemarakan Pekan Kebudayaan Aceh dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Keunggulan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh ini adalah pada koleksi buku dan dokumentasinya tentang Aceh yang sangat beragam. Di samping itu, ada pula ajang kreasi bagi para generasi muda dalam menampilkan karya-karya kreatifnya,” ujarnnya.

Panggung Literasi
Selama pameran juga digelar Panggung Literasi yang diisi dengan berbagai pertunjukan seni antara lain baca puisi, hiem, lomba baca puisi, workshop musikalisasi puisi, pemutaran film dokumenter, lomba mewarnai dan lain-lain.

Mengawali Panggung Literasi diisi dengan pembacaan puisi oleh penyair Rusia Victor Pogadaev, penyair Malaysia Siti Zainon Ismail, penyair Jakarta Fatin Hammama, dan penyair asal Aceh Fikar W.Eda.

Wildan mengatakan, Panggung Literasi diikuti sejumlah komunitas baca dan komunitas musikalisasi puisi. “Panggung ini kita sediakan sebagai ruang ekspresi bagi seniman,” kata Wildan. Khusus workshop musikalisasi puisi bekerjasama dengan Komunitas Musikalisasi Puisi Indonesia (KOMPI), menghadirkan dua tenaga pengajar Dediesputra dan Devie Komala Syahni.(aji/fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help