Karena Batasi Impor, AS Siapkan Sanksi Dagang 5 Triliun Rupiah ke Indonesia

Pihak Amerika Serikat mengatakan jika Indonesia tidak mematuhi putusan tersebut sehingga AS menjatuhkan sanksi

Karena Batasi Impor, AS Siapkan Sanksi Dagang 5 Triliun Rupiah ke Indonesia
salon
Donald Trump 

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat (AS) memenangkan putusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tahun lalu terhadap pembatasan impor makanan, tanaman, dan produk hewani dari AS yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Dilansir TribunWow.com dari South China Morning Post, Senin (6/8/2018), AS memenangkan sengketa perdagangan sebesar 350 juta dollar atau setara Rp 5,05 triliun (dengan kurs Rp14.428).

Nilai tersebut didasarkan pada besaran kerugian yang diderita AS pada tahun 2017.

Amerika Serikat dan Selandia Baru sama-sama memenangkan putusan WTO tahun lalu terhadap pembatasan impor Indonesia pada produk pangan seperti makanan, tanaman, dan produk hewan, termasuk apel, anggur, kentang, bunga, jus, buah kering, sapi, ayam, dan daging sapi.

Baca: Viral! Pejalan Kaki Dipukili Driver Ojek Online di Trotoar, Pihak Grab Langsung Ambil Tindakan

Indonesia telah mengajukan banding atas hal tersebut namun kalah.

Pihak Amerika Serikat mengatakan jika Indonesia tidak mematuhi putusan tersebut sehingga AS menjatuhkan sanksi sebagai kompensasi atas kerugian yang dialami AS.

"Berdasarkan analisis awal dari data yang tersedia untuk produk tertentu, nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai US $ 350 juta untuk 2017," kata pemerintah AS.

"Amerika Serikat akan memperbarui angka ini setiap tahun secara berkala karena ekonomi Indonesia terus berkembang," imbuhnya.

Baca: Menu Kenduri Kematian di PKA

Proses pengenaan sanksi ini menurut mereka membutuhkan waktu bertahun-tahun lantaran Indonesia cenderung tidak mematuhi putusan dan akan mengajukan banding kembali.

Sementara itu, belum ada tanda dari pemerintah Selandia Baru apakah akan menjatuhkan sansi serupa lantaran pembatasan impor daging sapi Indonesia mengakibatkan Selandia Baru mengalami kerugian mencapai $ 674 juta atau setara Rp 9,72 triliun.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved