Home »

Sport

KNFC Usung Semangat Juang

Tuan rumah Kuala Nanggroe (KNFC) mengusung semangat juang ketika bertemu klub Liga 1, PSMS

KNFC Usung Semangat Juang

* Nanti Malam Bentrok PSMS

BANDA ACEH - Tuan rumah Kuala Nanggroe (KNFC) mengusung semangat juang ketika bertemu klub Liga 1, PSMS Medan dalam babak pertama Piala Indonesia 2018 di Stadion H Dimurthala, Lampineung, nanti malam.

Duel beda kasta ini terhitung menarik. Betapa tidak, Ayam Kinantan–julukan PSMS Medan–serius menghadapi pertandingan. Padahal lawan yang dihadapi klub Liga 3. Namun, tim perserikatan yang merupakan klub besar Indonesia itu, memboyong semua pemain terbaiknya.

Empat legiun asing juga dibawa pelatih asal Inggris, Peter Butler ke Banda Aceh. Adalah center-bek asal Brasil, Reinaldo Lobo, Alexander Tanidis (Yunani), Shohei Matsunaga (Jepang), mantan top skor Liga Vietnam, Felipe Martins Dos Santos. Ini membuktikan kalau The Killer–julukan lain PSMS–begitu serius untuk menumbangkan tuan rumah.

“Sejarah mencatat, kami belum pernah merasakan kemenangan ketika bermain di Lampineung. Meski bukan lawan Persiraja, PSMS harus menang nanti malam. Bentuk keseriusan kami untuk menang di Lampineung, kami datang dengan kekuatan penuh,” ungkap ofisial PSMS Medan, Amin kepada Serambi usai tehnical meeting di rumah makan Syiah Kuala, Lamdingin, tadi malam.

Kecuali legiun asing, ternyata PSMS juga memboyong pemain timnas U-23, Firza Andika, Frets Butuan, Gusti Sandria, Roni Fatahillah plus Abdul Rohim. Bermaterikan pemain mentereng, ini menunjukkan kalau anak-anak Medan siap melepaskan diri dari ‘kutukan’ Lampineung. Di mana, dalam perjalanan away sejak 1994, PSMS Medan tak pernah menang di stadion keramat milik Persiraja.

Terakhir, PSMS menyerah 0-2 di pertandingan Liga 2 musim lalu di tangan Persiraja. Padahal, sebelum datang ke Lampineung, PSMS Medan tak pernah kalah dalam delapan partai. Namun, racikan tangan dingin Anwar sukses mematahkan rekor PSMS melalui gol Vivi Asrizal di menir awal, dan hentakan keras Agus Suhendar.

Tekad menang juga dilontarkan asisten pelatih PSMS Medan, Suharto AD. Kemenangan menjadi harga mati bagi pengurus, manajemen, tim pelatih, dan pemain dalam duel melawan Kuala Nanggroe. Karena itulah, mereka datang dengan sesumbar untuk menang di Tanah Rencong.

Hanya saja, Suharto mewaspadai semangat juang dari punggawa Kuala Nanggroe. “Kami tak mengetahui persis bagaimana kekuatan dari tuan rumah. Namun, belajar dari pengalaman selama ini, tim Aceh selalu dikenal dengan semangat juang. Dan spirit itu tak dimiliki oleh klub lain di Indonesia,” komentar mantan pelatih PSMS Medan itu.

Lalu, bagaimana dengan kubu tuan rumah? Juru latih Kuala Nanggroe FC, Azhari berjanji siap bermain maksimal. Meski pemainnya didominasi U-23, mereka akan tampil lepas. “Melawan klub Liga 1 tentu saja menjadi sebuah pengalaman berharga bagi pemain muda kami,” ungkapnya mantan pemain PSIM Yogyakarta itu.

Kendati mereka kalah dalam soal materi pemain, Azhari secara terbuka mengungkapkan, mereka sudah melakukan sejumlah persiapan untuk melawan PSMS. Apalagi, mereka akan menyiapkan tiga pemain senior yakni Nanda Lubis, Dian Ardiansyah, dan Mahfudh untuk menjadi mentor anak-anak muda.

Pada kesempatan itu, Azhari berharap dukungan penuh dari penonton supaya mendukung timnya. Hal ini tentu saja untuk membangkitkan semangat juang Khairil Anwar dkk dalam menghadapi kekuatan skuad Ayam Kinantan. “Kami ingin mencari pengalaman dari pemain PSMS Medan,” kata pemain KNFC, Editia Darma.(ran)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help