PKA 7

Masyarakat Antusias Sambut PKA

"PKA 7 ini terbuka untuk dunia. Karena itu sangat wajar pesta akbar ini meriah. Kita melihat antusias masyarakat kita untuk PKA ini besar sekali,"

Masyarakat Antusias Sambut PKA
SERAMBINEWS.COM/RA KARAMULLAH
Gajah putih dari Kerajaan Linge ikut memeriahkan atraksi pawai budaya PKA ke-7 di samping Masjid Raya Baiturrahman, Senin (6/8/2018). 

BANDA ACEH - Pergelaran Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7 Tahun 2018 disambut antusias oleh masyarakat. Animo penyambutan PKA ke-7 ini bisa dilihat dari ramainya masyarakat yang hadir sejak pembukaan di Stadion Harapan Bangsa dan di 16 titik lokasi pergelaran PKA.

Pada pergelaran PKA kali ini, masyarakat yang hadir tidak hanya dari Provinsi Aceh saja, namun juga dari daerah lain di Indonesia dan negara asing seperti dari Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Sudan dan Rusia.

"PKA 7 ini terbuka untuk dunia. Karena itu sangat wajar pesta akbar ini meriah. Kita melihat antusias masyarakat kita untuk PKA ini besar sekali," ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Amiruddin dalam konferensi pers di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Rabu (8/8/2018).

Oleh sebab itu, Amiruddin mengharapkan, kolaborasi dari semua pihak untuk menyukseskan PKA ke-7 hingga 15 Agustus mendatang. Dalam PKA kali ini, masyarakat bisa menikmati atraksi adat budaya, seni kreasi, kuliner khas, hingga permainan tradisional.

Amiruddin mengatakan, selain menampilkan kebudayaan yang berkembang di Provinsi Aceh, perhelatan PKA 7 juga bertujuan menggerakkan ekonomi masyarakat. Menurut data Badan Pusat Statistik Aceh, jumlah wisatawan mancanegara di Aceh terus bertambah setiap tahun, karena itu pada PKA 7 kali ini pihaknya melakukan pertemuan dengan biro perjalanan luar negeri untuk berbagi pengalaman dan bisnis. Ia memperkirakan, selama pergelaran PKA potensi perputaran uang bisa mencapai Rp 100 miliar. Dalam setiap kegiatan, pihaknya mengaku telah membuat perhitungan yang menguntungkan. Keuntungan yang dimaksud bukan untuk pemerintah, melainkan untuk masyarakat Aceh sendiri.

"Mudah-mudahan PKA ini menjadi tolak ukur bagi kita semua terkait perputaran dan tingkat ekonomi kreatif di Aceh. Kita bersama harus berpikir kreatif untuk memajukan ekonomi Aceh," kata Amir.

Ia mengatakan, perhelatan PKA ke-7 disebar pada 16 titik lokasi, salah satunya bertujuan untuk memecah konsentrasi massa agar tidak bertumpuk di Taman Sulthanah Safiatuddin saja. Selain itu, ada banyak alternatif tempat bagi pedagang untuk menggelar dagangannya. Pada Taman Sulthanah Safiatuddin, hanya mampu menampung sebanyak 428 pedagang kaki lima.

Ia menambahkan, ada tiga panggung besar yang dibuka selama pergelaran PKA, yaitu di Taman Bustanus Salatin, Taman Sulthanah Safiatuddin, dan Lapangan Blang Padang. Diharapkan semua elemen masyarakat bersama-sama menjaga lokasi PKA agar tetap aman dan nyaman.

Sementara itu, Kabid Sejarah dan Nilai Budaya Disbudpar Aceh, Irmayani mengatakan, selama ini Provinsi Aceh sudah menjadi salah satu destinasi wisata halal dunia. Dengan begitu, daerah Aceh menjadi lebih menarik di mata wisatawan. Melalui kegiatan PKA, lanjutnya, pemerintah ingin memperlihatkan bahwa Aceh benar-benar hebat dan bersyariat. "Jadi membuat event ialah salah satu upaya menarik wisatawan ke Aceh.

Jadi makin banyak wisatawan ke Aceh, makin baik pula perekonomian masyarakat. Karena wisatawan yang datang ke Aceh pasti membelanjakan uangnya di Aceh. Ia berharap, pengunjung PKA bisa menjaga kebersihan lingkungan dan kerapian lokasi PKA. Ia juga berharap seluruh stakeholder membantu suksesnya pergelaran PKA 2018.(*)

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved