PKA 7

Pengunjung Diajari Menganyam Tikar

Tidak sebatas memamerkan Alqur’an kuno dan berbagai senjata perang peninggalan masa penjajahan

Pengunjung Diajari Menganyam Tikar

* Ajungan Aceh Timur

IDI - Tidak sebatas memamerkan Alqur’an kuno dan berbagai senjata perang peninggalan masa penjajahan, para pengunjung Anjungan Kabupaten Aceh Timur juga ikut diajari cara menganyam tikar pandan.

Menganyam tikar di atas tempat khusus yakni balee (balai) adat itu menyedot perhatian pengunjung Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, yang berlangsung 5-15 Agustus 2018.

“Kerajinan menganyam tikar ini salah satu budaya masyarakat Aceh tempo dulu, tapi sekarang sudah mulai memudar. Alhamdulillah di Aceh Timur masih kental dan kita harap budaya menganyam tikar pandan ini terus dibina agar tidak punah ditelan masa,” kata Nursiah, pengunjung asal Bireun saat mengungjungi Anjungan Aceh Timur, Selasa (7/8).

Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib SH, bersama istri Ny Hj Fitriani D Hasballah SH MH pun sempat mengajari beberapa pengunjung cara menganyam tikar. Bahkan bupati didampingi Plt Sekda Aceh Timur Drs Zahri MAP, juga ikut memperkenalkan jenis pandan duri dengan berbagai ukuran yang digunakan untuk menganyam tikar anyaman.

Sementara itu, Kabag Isra Setdakab Aceh Timur, Mujiburrahman, menjelaskan bahwa beberapa pengrajin sengaja didatangkan untuk mengajari pengunjung menganyam tikar. “Menganyam tikar hingga saat ini masih membudaya dalam beberapa kecamatan di Aceh Timur. Bahkan TP PKK Aceh Timur kerap menggelar pelatihan dan penguatan terhadap pengrajin tikar anyaman pandan,” jelasnya.

“Sebagian pengunjung bahkan membeli tikar anyaman ini sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke anjungan Aceh Timur. Ini sesuatu yang sangat luar biasa, siang dan malam, anjungan kita tidak pernah sepi,” ungkap Mujiburrahman.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help