Selasa, 9 Juni 2026

Perjalanan Hidup Caesar Ritz, Anak Peternak yang Sukses Menjadi Raja Hotel

Kalau ada orang meninggal di hotel yang lebih mirip istana ini, maka tamu lain tidak akan pernah melihat peti jenazah keluar dari Ritz.

Tayang:
Editor: Fatimah
Intisari online
Caesar Ritz, pendiri hotel Ritz yang terkenal itu dilahirkan di Haut-Valais, Swiss, pada tahun 1850 sebagai anak ke 13. 

SERAMBINEWS.COM - Nama Ritz akhir-akhir ini banyak disebut-sebut dalam pers karena hotel terkenal dan mewah di Paris itu berganti tangan. Diduga bahwa pemegang sahamnya kini terutama orang-orang Lebanon dan Saudi Arabia.

Tulisan yang diambil dari Paris Match dan dimuat dalam Majalah Intisari edisi Agustus 1979 ini terbit dengan judul asli Ritz dari Anak Peternak Menjadi Raja Hotel.

Baca: 73 Tahun Jatuhnya Bom Atom di Hiroshima: Inilah Taman Perdamaian, Tempat Bom Atom Meledak

Caesar Ritz, pendiri hotel Ritz yang terkenal itu dilahirkan di Haut-Valais, Swiss, pada tahun 1850 sebagai anak ke 13. Ayahnya seorang peternak yang terpandang.

Setiap musim dingin Caesar bersekolah, setiap musim panas ia mengembalakan kambing. Pemuda yang senang memahat itu kemudian "magang" untuk menjadi pemimpin pelayan di “I’   Hotel des Trois Couronnes et-de la Poste" di Brigue.

Tapi rupanya ia tidak menunjukkan prestasi yang memuaskan. Majikannya, Monsieur Escher berkata: "Kau tidak berbakat dalam perhotelan. Di perhotelan orang memerlukan selera khusus dan saya terpaksa berkata bahwa kau tidak memilikinya".

Jadi Caesar Ritz harus berhenti bekerja. Ia mencoba pekerjaan-pekerjaan lain: sebagai penyelam, petugas gereja, tukang semir sepatu dan pengangkut bagasi.

Baca: Pembangunan Rumah Korban Gempa di Kuta Pangwa Diprotes Warga, Ada yang Tiangnya Miring

Kemudian ia menyeberangi perbatasan dan menjadi pembantu pemimpin pelayan di Paris. Tahun demi tahun lewat  dan tahu-tahu tahun 1898, Caesar Ritz mengubah bekas rumah seorang bangsawan menjadi hotel mewah yang modern pada saat itu.  Tiap kamar dilengkapi dengan kamar mandi. Ini gagasan revolusioner.

Pada masa itu di hotel-hotel lain orang-orang terpaksa pergi ke ujung lorong atau bahkan ke tingkat lain untuk mencapai kamar mandi.

 
Dari mana Caesar mendapat gagasan hebat ini? la pernah bekerja pada hotel "Victoria" di San Remo. Di situ seorang isteri tsar yang sedang sakit, mengeiuh karena harus pergi jauh ke kamar mandi. Keluhan ini jatuh bukan ke telinga orang yang acuh tak acuh, melainkan ke telinga Caesar Ritz.

Ketika Ritz sudah kuat untuk mempunyai hotel sendiri, ia ingin membuat tamu-tamunya betah dengan kamar mandi pribadi.

Ritz memperhatikan segala hal. Kamar-kamarnya bukan hanya anggun, tapi juga enak ditinggali. Seorang Inggeris terkemuka pada peresmian itu berseru: "Raja-raja dan ratu-ratu akan iri pada Anda Ritz. Anda akan mengajar kepada dunia bagaimana seharusnya orang hidup."

Hotel Ritz bisa dipercaya, hotel Ritz tidak gembor-gembor walaupun di antaranya tamu-tamunya banyak raja, ratu, pangeran dan tokoh-tokoh terkenal.

Baca: Ustaz Somad Tolak Tawaran Cawapres Prabowo, Ustaz Arifin Ilham: Kami Menunggu Pemimpin Seperti Anda

Di situ tamu-tamu seperti majikan jin lampu wasiat. Lampu-lampu yang dipasang pada candelabre perak terlalu terang? Bisa diatur menurut keinginannya.

Keran meneteskan air terus? Sebentar lagi beres. Penghangat kaki tampak ada bekas nodanya? Tukar saja. Tapi anehnya petugas-petugas yang menangani hal-hal ini tidak tampak lalu-lalang di lorong-lorong walaupun jumlahnya 65 orang.

Dari mana mereka muncul dan ke mana mereka menghilang tidak diketahui orang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved