Provinsi Tetapkan Harga TBS

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Senin (6/8), mengadakan rapat

Provinsi Tetapkan Harga TBS
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Agen pengumpul sedang memuat Tandan Buah Segar (TBS) sawit ke dalam truk di Jalan 30, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Abdya, belum lama ini. Harga TBS sawit di Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee, Kabupaten Abdya anjlok hanya berkisar Rp 900 sampai Rp 930 per kg sampai posisi Selasa (29/5/2018). 

* Untuk Periode Agustus 2018

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Senin (6/8), mengadakan rapat pembahasan penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Aula Distanbun Aceh, kawasan Jeulingke, Banda Aceh. Salah satu kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan itu adalah semua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Aceh harus membeli TBS pekebun dengan harga minimal Rp 1.201,17 per kilogram dengan rendemen (kadar minyak dalam buah kelapa sawit) terendam 18,41 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, A Hanan SP MM, mengatakan, untuk mendapatkan harga tersebut, petani harus bermitra dengan PKS yang difisilitasi oleh pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, Hanan mengharapkan bupati/wali kota untuk memfasilitasi pekebun dan PKS melalui kemitraan sesuai dengan rayonisasi. “Kesepakatan harga TBS tersebut berlaku untuk periode Agustus 2018,” ujar A Hanan kepada Serambi, seusai memimpin pertemuan itu.

Pertemuan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas direksi perusahaan kelapa sawit se-Aceh, pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Aceh, dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Aceh. Diundang sebagai narasumber Kasie Pemasaran Domestik Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Perkebunan RI, Elvyrisma T Nainggolan STP MP. Turut hadir Sekda Aceh yang diwakili oleh Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Amirullah SE MSiAk.

“Untuk yang harga minimal syaratnya TBS harus berasal dari tanaman yang berumur lima tahun dengan rendemen (kadar minyak dalam buah kelapa sawit) terendah sebesar 18,41 persen,” jelas Hanan seraya berharap semua pihak terkait dapat melaksanakan kesepakatan tersebut.

Ditambahkan, penetapan harga TBS untuk bulan berikutnya akan diputuskan dalam pertemuan rutin yang dilaksanakan pada minggu ketiga atau keempat setiap bulan. Hanan menjelaskan, pertemuan itu dilakukan pihaknya dalam rngka menindaklanjuti laporan Ikatan Pemuda Nagan Raya (IPNR) mengenai turunnya harga TBS di kabupaten itu yang signifikan hingga Rp 450 per kilogram dan perbedaan harga beli TBS, serta dilanjutkan dengan rapat bersama Pimpinan Komisi II DPRA, Senin (30/7) lalu.

Hal lain yang juga melatarbelakangi rapat tersebut, tambah Hanan, adalah harga TBS rakyat yang sangat rendah, terbatasnya daya tampung PKS di setiap kabupaten/kota, akibat libur panjang dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah bersamaan dengan produksi petani yang melimpah, permintaan minyak dunia terhadap CPO dan carnel menurun sementara pasar lebih memilih minyak bunga matahari dan minyak kedelai, dan belum adanya kemitraan penampungan sawit rakyat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, A Hanan SP MM, juga menjelaskan, peserta pertemuan itu berharap ada langkah-langkah strategis dan komprehensif untuk mengatasi masalah turunnya harga TBS secara tajam dalam jangka pendek dan panjang serta mempercepat terwujudnya kemitraan dalam kelembagaan petani pekebun guna melindungi petani pekebun.

Adapun tindak lanjut dari pertemuan itu, sambung Hanan, adalah membentuk Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Aceh, melakukan Sosialisasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01/Permentan/KB.120/1/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun, membuat rayonisasi penampungan TBS masyarakat melalui pola kemitraan, manajemen lahan petani harus dibenahi dan meningkatkan sarana untuk petani seperti jalan usaha tani, serta bila terjadi penurunan harga TBS sebaiknya PKS menginformasikan kepada petani dua hari sebelumnya.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved