Puluhan Truk Sampah Dihadang dan Dilarang Masuk TPA Blangbintang, Ini Dugaan Penyebabnya

Puluhan truk pengangkut sampah tersebut tertahan di pintu gerbang dan dilarang masuk ke areal TPA

Puluhan Truk Sampah Dihadang dan Dilarang Masuk TPA Blangbintang, Ini Dugaan Penyebabnya
Puluhan truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar serta truk milik Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, tertahan di pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) TePAT SaReA, Blangbintang, Aceh Besar, Selasa (7/8/2018) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Puluhan truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar serta truk milik Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, tertahan di pintu masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) TePAT SaReA, Blangbintang, Aceh Besar, Selasa (7/8/2018) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Puluhan truk pengangkut sampah tersebut tertahan di pintu gerbang dan dilarang masuk ke areal TPA.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, dari pekerja di TPA Blangbintang, menyebutkan kondisi itu dipicu oleh gaji yang harusnya diterima oleh puluhan pekerja di TPA itu belum dibayarkan selama dua bulan (Juni dan Juli).

Baca: SMAN 1 Banda Aceh Dibangun Ulang, Begini Nasib Gedung Belanda yang Berada di Depan Sekolah

Di samping, kondisi sampah sudah tak terurus, karena biaya operasional salah satunya bahan bakar minyak (BBM) untuk alat berat sudah tidak ada.

"Gaji kami bulan 6 dan 7 hingga saat ini belum jelas. Karena, selama ini kami anggap tidak ada kejelasan dari sejumlah pimpinan yang kami tanyakan, sehingga puncaknya hari inilah. Para pekerja berhenti dan menutup gerbang TPA hingga kami terima kejelasan," kata seorang pekerja TPA kepada Serambinews.com yang meminta tidak ditulis namanya.

Kepala DLHK3 Banda Aceh, Drs T Samsuar MSi yang dihubungi Serambinews.com, Selasa (7/8/2018), mengatakan, empat truk sampah dari Kota Banda Aceh sampai sore pukul 16.00 WIB masih tertahan di sana dan tetap standby di lokasi.

"Kalau kondisi terburuknya TPA tidak dibuka, maka sampah akan kami bawa pulang dan kami bawa ke TPA Gampong Jawa," sebutnya.

Baca: VIDEO - Warga Banda Aceh Antusias Saksikan Pawai Obor Asian Games 2018

Ia menjelaskan selama ini Banda Aceh tiap harinya menghasilkan sampah 200 ton lebih dan 100 ton sekian dibuang ke TPA Blangbintang sesuai kemampuan yang dimiliki DLHK3 Banda Aceh.

"Kalau TPA tetap tak dibuka, maka sampah akan kami buang ke TPA Gampong Jawa," pungkas Samsuar.

Lalu Kepala UPTD TePAT SaReA, Ir T Zul Akhyar MT yang dihubungi Serambinews.com, mengatakan setelah menggelar rapat dengan para pihak, Selasa (7/8/2018), telah diperoleh keputusan terbaik, sehingga. Apa hasilnya?

Berita selengkapnya baca Harian Serambi Indonesia, edisi Rabu (8/8/2018)

Penulis: Misran Asri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help