SKPA Diminta Bantu Investor Berinvetasi di KEK Arun

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta SKPA yang terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus

SKPA Diminta Bantu Investor Berinvetasi di KEK Arun
PENANDATANGANAN Operasional dan Investasi KEK Arun Lhokseumawe di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (12/2/). 

BANDA ACEH - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta SKPA yang terkait dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, membantu Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) untuk mempercepat investor berinvestasi di kawasan tersebut. SKPA itu antara lain Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh.

“SKPA harus membantu BUPP mempercepat perusahaan yang sudah bekerja sama dengan PT Pelindo, PIM, Pertamina dan PDPA atau PT Patriot Nusantara Aceh (Patna). Berikan layanan yang cepat, tepat, dan mudah,” ujar Nova seusai

memanggil Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Dr Aulia Sofyan SSos MSi, ke Rumah Dinas Plt Gubernur Aceh, di kawasan Blang Padang, Banda Aceh, Selasa (7/8)

Pelayanan yang cepat, tepat, dan mudah, menurut Nova, akan membantu investor mempercepat realisasi rencana investasinya di KEK Arun. “Untuk pengurusan izin, serahkan kepada administrator KEK Arun yang merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah Pusat, Provinsi Aceh, Pemkab Aceh Utara, dan Pemko Lhokseumawe,” sarannya. Nova juga meminta administrator KEK Arun lebih aktif lagi mengundang investor untuk berinvestasi di KEK Arun.

Menurut data dari BPS dan BI, 79 perusahaan asing belum melakukan follow up investasi di Aceh. “Ini perlu dikejar dan diajak kembali. Hal itu penting untuk membuktikan kepada calon investor lokal, serta dalam dan luar negeri yang mau berinvestasi ke KEK Arun bahwa tak ada pungli serta pelayanan mudah dan memuaskan,” jelasnya.

Sementara Aulia Sofyan mengatakan, banyak perusahaan yang ingin berinvestasi di KEK Arun. Salah satunya, PT Aceh Makmur Bersama yang ingin mendirikan kilang penampungan CPO. Dari empat perusahaan pengusul pembentuk KEK Arun yaitu PDPA, PT PIM, PT Pelindo I, dan Pertamina, Pelindo merupakan perusahaan yang terbanyak sudah melakukan kerja sama.

Empat perusahaan yang melakukan kerja sama dengan PT Pelindo I yaitu PT Aceh Makmur Bersama yang berencana membangun tangki CPO di dekat Pelabuhan Arun, PT Sinergi Tangguh Alam Raya (STAR) yang akan membangun usaha playwood, PT East Continen Gas Indonesia yang akan membangun usaha LPG Pressurised dan pabrik botting LPG, PT Prosperity Building Material yang berencana membangun pabrik pengantongan semen.

Sementara PT Patna sebagai BUPP KEK Arun sudah melakukan kerja sama dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk operasional barang milik negara di KEK Arun, seperti kilang LNG Arun.

KEK Arun itu rencananya meliputi kawasan Kilang Arun seluas 1.840,8 hektare, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara seluas 582,08 hektare, dan Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara seluas 199,6 hektare. Menurut PT Patna, kata Aulia, kini ada beberapa perusahaan yang sudah berencana memulai kegiatan investasinya.

Seperti PT Prima Inti Medika yang bergerak di bidang rumah sakit, sudah operasional. PT PIM akan membangun pabrik pupuk NPK, PA, dan SA. Lalu, PT Aksa yang akan membangunan pembangkit listrik 500 MW, dan PT Sinergi Tangguh Alam Raya, akan membangun industri pengolahan kayu, serta PT KAA juga sudah mulai direnovasi agar bisa beroperasi kembali.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help