PKA 7

Aceh Selatan Juara Catur, Banda Aceh Juara Puisi

Pecatur Aceh Selatan meraih juara 1 lomba catur harimau (catur rimeuneg, catur kule) PKA 7. Juara 2 Aceh Besar

Aceh Selatan Juara Catur, Banda Aceh Juara Puisi
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Penyair asal Aceh yang juga wartawan Serambi Indonesia Biro Jakarta, Fikar W Eda membawakan puisi diiringi tarian massal pada malam pembukaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7 di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, Minggu (5/8/2018) malam. 

BANDA ACEH - Pecatur Aceh Selatan meraih juara 1 lomba catur harimau (catur rimeuneg, catur kule) PKA 7. Juara 2 Aceh Besar dan Aceh Tengah menempati 3 dan juara 4. Sementara itu lomba baca puisi dimenangkan Banda Aceh, juara 2 Aceh Tengah, juara 3 Bireuen, juara 4 Tamiang, dan juara 5 Kota Subulussalam.

“Walaupun kita tidak meraih juara pertama, namun kita bersyukur dua atlet catur kita meraih juara begitu juga dalam lomba baca puisi,” sebut Uswatuddin, Ketua PKA Aceh Tengah, Rabu (8/8) di stand PKA Aceh Tengah.

Dua pecatur Aceh Tengah, yang meraih juara 3 dan juara 4 adalah, David Hasimi, pelajar SMK 2 Takengon dan Fachrur Rozi pelajar SMA 1 Takengon.

Wakil Ketua Seksi Perlombaan PKA Aceh Tengah, Abadi,didampingi pemandu atlit, Rahmad Miko, menyebutkan, kegagalan Aceh Tengah meraih juara karena aturan yang ditetapkan belum baku.” Ini catur harimau, tapi harimaunya tidak boleh makan kambing. Ahirnya harimau bertahan sambil mundur ketika digempur kambing,” sebut Abadi.

Ia menyarankan perlombaan catur harimau jangan hanya diperlombaan pada PKA saja, melainkan dijadikan kegiatan tahunan. “Dengan demikian para pelajar kita menjadi terlatih,” sarannya. Ia memuji kedua pelajar Aceh Tengah itu berhasil mencapai babak semi final lomba catur.

Lomba baca puisi berlangsung di Taman Budaya Banda Aceh. Hanya diikuti oleh 16 Kabupaten/Kota. “Beberapa kabupaten lainnya, sampai lomba ditutup, tidak juga datang,” kata salah seorang panitia.

Dewan juri lomba baca puisi terdiri dari Rosni Idham, Ampuh Devayan, Herman RN, Wina SW1, dan Fikar W.Eda.

Berbeda dengan lomba-lomba baca puiasi sebelumnya, dalam PKA ini, panitia mensyaratkan puisi yang dibacakan dalam bahasa etnik sendiri. Ampuh Devayan, sesaat setelah membacakan pengumuman pemenang, menyatakan kagum dengan bakat-bakat pembaca puisi di Aceh. “Kalau pun dewan juri harus memilih lima pemenang, itu adalah pemenang yang berasal dari peserta terbaik,” katanya.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help