Opini

Peta Parpol Islam di Pemilu 2019

PEMILU Legislatif (Pileg) 2019 sudah melewati tahap pendaftaran calon anggota legislatif (caleg)

Peta Parpol Islam di Pemilu 2019
Parlok Aceh Peserta Pileg 2019 

Oleh Ribut Lupiyanto

PEMILU Legislatif (Pileg) 2019 sudah melewati tahap pendaftaran calon anggota legislatif (caleg). Terdapat 16 partai politik (parpol) nasional (khusus di Aceh ditambah empat partai politik lokal, red.), yang akan memperebutkan 575 kursi DPR yang tersebar dalam 80 daerah pemilihan (dapil). Selain itu juga 2.207 kursi DPRD Provinsi di 272 dapil, serta 17.610 kursi kabupaten/kota di 2.206 dapil.

Satu segmentasi parpol yang selalu menarik dikaji adalah parpol berideologi Islam atau berbasis massa Islam. Parpol ini meskipun masih berkutat di papan tengah, selalu mewarnai dan memiliki daya tawar kuat dalam konstelasi politik.

Sebagian parpol Islam diprediksikan tidak bisa menembus ambang batas 4%. Survei LSI dan Poltracking memprediksi hanya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang bisa lolos ke Senayan. Hal ini tentu menjadi peringatan dan tantangan bagi parpol Islam, guna membuktikan nasibnya pada gelaran Pemilu 2019 ini.

Pembelajaran vitalitas 2014
Pengalaman adalah guru belajar yang paling baik. Meskipun politik sangat dinamis, namun pengalaman Pemilu 2014 kiranya dapat dipotret, guna menjadi bahan parpol Islam menghadapi Pemilu 2019 yang diprediksi akan lebih panas dan ketat.

Signifikansi suara parpol Islam hasil Pemilu 2014 telah menjungkirbalikkan prediksi beberapa lembaga survei saat itu. Faktor yang menyebabkannya berbeda pada masing-masing parpol. Faktor tersebutlah yang menguatkan vitalitas parpol Islam. Di antara parpol Islam tersebut hasil paling fenomenal dimiliki PKB dan PKS.

PKB sukses melejit dan memimpin suara parpol Islam. Faktor pertama yang memengaruhi adalah kemesraan dengan Nahdlatul Ulama (NU), modal, dan popularitas tokoh. Pemilu 2014 menjadi sukses membangun kemesraan kembali antara PKB dan NU. Banyak kyai melontarkan nasihat untuk kembali ke PKB, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Faktor kedua adalah modal yang ditengarai digelontorkan Rudi Kirana selaku Wakil Ketua Umum PKB baru yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Lion Group. Faktor ketiga adalah ketokohan yang menjual nama Rhoma Irama, Mahfud MD, dan Jusuf Kalla saat itu.

Parpol Islam kedua yang fenomenal adalah PKS. Kader PKS terkenal loyal dan militan. PKS boleh kehilangan suara akibat kasus korupsi LHI, tetapi cepat tertutupi dari hasil kaderisasi dan rekrutmen para kadernya. Kader PKS juga memiliki soliditas tinggi. PKS seperti partai lain sempat tergoyang secara internal. Kinerja PKS di lapangan dan di bawah juga tidak bisa diragukan. Hal paling menyolok adalah kiprahnya di setiap kejadian bencana di seluruh Nusantara.

Parpol Islam ketiga yang naik suaranya adalah Partai Amanat Nasional (PAN). PAN di antara parpol Islam lainnya adalah paling cair dan memang tidak mau disebut sebagai parpol Islam. Meski demikian, PAN tetap memiliki basis massa besar dari kalangan Islam, khususnya Muhammadiyah. PAN mampu menaikkan suaranya karena faktor caleg populis dan ekspansi ke daerah minoritas muslim. PAN banyak mengajukan caleg artis. PAN sebagai partai nasionalis juga menempatkan banyak pengurus dan caleg dari kalangan non muslim.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help