Plt Gubernur Promosikan Potensi Wisata Aceh Melalui Rakornas Fordasi

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Aceh

Plt Gubernur Promosikan Potensi Wisata Aceh Melalui Rakornas Fordasi
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi Fordasi di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Senin (6/8). 

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mempromosikan potensi budaya dan pariwisata Aceh kepada para peserta rapat yang berasal dari Papua, Papua Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

Para pimpinan dari empat provinsi khusus dan istimewa itu datang ke Aceh mengikuti Rapat Koordinasi Forum Desentralisasi Asimetris Indonesia (Fordasi) di Banda Aceh. “Banyak daya tarik yang bisa dinikmati di Aceh, mulai dari kuliner, budaya, adat, hingga objek-objek wisatanya,” kata Nova saat menyampaikan sambutannya pada rakor tersebut, Senin (6/8/2018).

Di antara destinasi wisata yang dipromosikan Nova adalah Kota Sabang dan Pulau Banyak di Aceh Singkil. Kedua daerah itu menawarkan keindahan bahari yang bakal memanjakan para tamu. Untuk wisata sejarah, Nova menawarkan Masjid Raya Baiturrahman sebagai pusat peribadatan, selain objek wisata lainnya di Banda Aceh, yakni Museum Tsunami dan situs Kapal PLTD Apung.

“Dari sisi kuliner, tidak kalah menariknya untuk dicicipi masakan khas Tanoh Rencong, di antaranya kuah beulangong, ayam tangkap, dendeng, mi Aceh, dan kopi yang memiliki cita rasa dunia,” kata Nova kepada paratamu istimewanya. Dalam pertemuan itu delegasi Papua Barat langsung dihadiri oleh gubernurnya, Papua diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Daerah Istimewa Yogyakarta diwakili oleh Sekretaris Daerah, dan DKI Jakarta diwakili oleh Deputi Gubernur.

Kedatangan para tamu dari daerah khusus/istimewa itu ke Aceh, kata Nova, dirangkaikan dengan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII. Untuk itu, Nova mengundang seluruh tamu tersebut berkunjung dan mengikutiberbagai agenda PKA. “Dengan demikian, kita semua dapat mengenal lebih mendalam keanekaragaman Indonesia, sebagaimana juga yang menjadi semangat dari Fordasi,” kata Nova.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Dr M Jafar MHum, menyampaikan bahwarakornas ini dilaksanakan dari tanggal 5-7 Agustus 2018, dihadiri 190 peserta, berasal dari unsur empat provinsi istimewa dan khusus, Kemendagri, Kemenkeu,Forkopimda, bupati/wali kota, Ketua Lembaga Istimewa, dan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Rakor Fordasi II dibuka oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili Dirjen Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Eko Subowo. Kepala Biro Tata Pemerintahan Aceh, Syakir menambahkan, “November nanti, Provinsi Papua akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Rakornas III. Rakornas ini dilaksanakan dua kali dalam setahun. Semua provinsi mendapat kesempatan menjadi tuan dan diharapkan makin mempererat hubungan antara kelima provinsi khusus/istimewa ini.

”Dalam rakor tersebut telah dicapai beberapa kesimpulan. Di antaranya, Fordasi menyusun Rencana Strategis Kekhususan/Keistimewaan Pelaksanaan Kewenangan Khusus/ Istimewa yang konkret dan menyentuh langsung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, memperkuat komunikasi, dan konsolidasi antarsusunan pemerintahan daerah khusus/ istimewa.

Semua itu dilakukan dengan memperhatikan dinamika sosial dan aspirasi masyarakat setempat serta menyosialisasikan kepada kementerian/ lembaga pendalaman substansi kekhususan/keistimewaan agar pemahaman substansi kekhususan/ keistimewaan dapat berjalan seiring dengan undang-undang lainnya. (*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved