Anggota Dewan Minta Pemprov Bangun Jalan

Anggota DPR Aceh asal Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky meminta Pemerintah Provinsi Aceh membangun

Anggota Dewan Minta Pemprov Bangun Jalan
ist
ISKANDAR USMAN ALFARLAKY,Anggota DPR Aceh

* Di Simpang Jernih

IDI - Anggota DPR Aceh asal Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky meminta Pemerintah Provinsi Aceh membangun jalan antargampong dan kecamatan di Kecamatan Simpang Jernih. Menurutnya, dana otonomi khusus seharusnya bisa membuka keterisoliran warga pedalaman di Aceh.

Permintaan ini disampaikannya menanggapi berita Serambi terkait adanya warga yang sakit keras dan terpaksa dibawa ke Puskesmas memggunakan boat dari desanya ke pusat kecamatan yang berjarak belasan kilometer, karena tidak adanya sarana jalan di kawasan itu.

“Dana otsus harus dimaksimalkan untuk membangunan fasilitas publik seperti akses jalan. Saya akan sampaikan permintaan warga ini ke Plt Gubernur dalam pembahasan anggaran nanti. Camat Simpang Jernih dan dinas terkait di Kabupaten Aceh Timur juga kami minta menyiapkan permohonan, termasuk DED pembangunan jalan serta jembatan yang dibutuhkan,” ungkap Iskandar.

Ia berharap dokumen dimaksud (permohonan dan DED) bisa dirampungkan sebelum pembahasan KUA/PPAS 2019 sebaiknya sudah rampung. “Nanti kami akan komunikasikan dengan camat dan dinas terkait, supaya disiapkan dokumennya. Kami berharap semua pihak mendukung perjuangan masyarakat di Simpang Jernih untuk melepaskan diri dari keterisoliran akibat tak adanya infrastruktur jalan di kawasan itu,” ujar tokoh pemuda Aceh Timur ini.

Iskandar mengaku, sudah beberapa kali berkunjung ke Simpang Jernih untuk mengantarkan sejumlah bantuan bagi warga dan pelajar di kawasan terpencil itu. “Memang akses ke sana harus menggunakan boat mengikuti jalur sungai, karena sama sekali tak ada jalan darat. Transportasi sungai itu pun sangat rawan, khususnya di kawasan batu katak yang telah beberapa kali menelan korban jiwa,” ungkapnya.

Terkait adanya desakan warga kepada pemerintah untuk membangun jalan di kawasan itu, ia pun meminta Dinas PUPR Aceh atau Perkim, untuk segera mengirimkan tim ke lokasi dimaksud guna melakukan survei pembangunan jalan.

Seperti dilaporkan warga, dari delapan gampong di Kecamatan Simpang Jernih, enam di antaranya hanya bisa diakses melalui sungai menggunakan boat. Keenam gampong itu adalah Gampong Meulidi, Tampor Paloh, Tampor Bor, HTI Ranto Naro, Pante Kera, dan Ranto Panjang Beudari.

“Topografi kawasan tersebut berbukit dan cukup tinggi dari permukaan laut. Karena itu tim teknis harus melakukan survei untuk menentukan metode yang tepat dalam membangun jalan di kawasan itu,” ujar anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky.

Ia pun mendukung usulan warga agar untuk menghemat anggaran, minimal akses jalan yang sudah ada sebelumnya bisa diperbaiki. Yakni dari Gampong Simpang Jernih ke Gampong Pante Kera (butuh jembatan), lalu ke Pulo Munta (juga perlu jembatan), kemudian tembus ke Tualang Sawit, selanjutnya ke Gampong Paya Bili, Kecamatan Birem Bayeun. “Terkait usulan ini, kami percaya kepada tim teknis untuk memutuskannya. Yang penting, tim dari dinas terkait harus segera turun ke lapangan,” desaknya.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved