Inilah Jaroe Kamoe, “Pendekar” Tambal Sulam dari Seberang

Nama Jaroe Kamoe kami pilih karena grup kami adalah grup crafter-crafter Aceh yang bergerak di bidang handmade.

Inilah Jaroe Kamoe, “Pendekar” Tambal Sulam dari Seberang
SERAMBINEWS.COM/NANI HS
Salah satu pojok Stand Jaroe Kamoe di Aceh Expo di Blangpadang, Banda Aceh. 

Menurut perempuan yang sudah menjadi warga Qatar ini, berhubung mereka berempat berdomisili di luar Aceh, untuk kegiatan-kegiatan Jaroe Kamoe, tentu perlulah ada yang membantu kelancaran organisasi.

Akhirnya mereka didukung oleh Lisa satar (L'Craft Gallery–Lampeuneurut, Aceh Besar). Katakanlah sebagai teknisi lapangannya Jaroe Kamoe.  

“Ya untuk sementara L'Craft Gallery menjadi sekretariat Jaroe Kamoe, sampe kami bisa membuat sekretariat Jaroe Kamoe sendiri,” harap Fina. Lagi pula Fina cs sudah “berjanji” ingin berbuat untuk Aceh.

Aceh Expo

Bila Anda singgah di stand Jaroe Kamoe di arena pameran Aceh Expo di Blangpadang, Anda bisa merasakan “kelezatan” buatan tangan kaum Jaroe Kamoe.

Istilahnya, walau karya tangan tapi berasa pabrikanlah. Tetap rapi dan tinggi sence of art-nya. Motif, inovasi, dan kreasinya mampu memanjakan mata, terutama kaum emak-emak dan para anak baru gede.

Tak heran, hampir saban sore dan pagi, selama pameran berlangsung, para perempuanlah yang paling banyak datang ke stand yang satu ini.

Di pojok belakang stand dilengkapi arena kecil dan terdapat perempuan-perempuan yang terlibat dalam kegiatan semacam pelatihan patchwork dan quilting kilat.

Fina Satar, Ketua Jaroe Kamoe (organisasi crafter Aceh). Fina berdomisili di Qatar dan owner FinCraft Corner Qatar.
Fina Satar, Ketua Jaroe Kamoe (organisasi crafter Aceh). Fina berdomisili di Qatar dan owner FinCraft Corner Qatar. (SERAMBINEWS.COM/NANI HS)

“Untuk pertama kalinya, Jaroe Kamoe ikut pameran dan memberikan pelatihan, di event PKA ini. Kami tidak menyangka begitu banyak peminat untuk ikut. Secara patchwork dan quilting, kan ilmu yang baru di Aceh, dan keliatan rumit loh. Sehingga kami  harus menambah bahan dan alat pelatihan yang sudah habis di hari ke 5. Stand Jaroe Kamoe juga didatangi oleh pakar-pakar seni dari stand-stand daerah seperti Simeuleu dan Aceh tengah.  Mereka berharap sekali agar Jaroe Kamo bisa mengangkat motif-motof daerah mereka dalam bentuk patchwork dan quilting. Bahkan mereka mau mensupport  dengan memberikan motif-motif dari daerah mereka,” papar Fina lagi.

Baca: Saat Jakarta Sibuk Dengan Deklarasi Capres-Cawapres, Ustaz Abdul Somad Tabligh Akbar di Batam

Baca: Calon Jamaah Haji Kanada Khawatirkan Cara Pulang dari Saudi, Biayanya Bisa Naik Tajam

Baca: Negara Ini Tak Punya Pasukan Militer Karena Tak Mau Bayar Gaji Tentara

Apa sih produk-produk hand made Jaroe Kamoe yang menarik pandang itu? Banyak, dan tak mungkin dijabarkan selengkapnya di sini. Tapi yang paling diminati pengunjung adalah  bed cover (sprei), baby quilt (semacam selimut bayi), tas (tas sandang dan tas tangan), pouch (kantong- biasanya untuk tempat peralatan makeup, alat tulis, dan lain-lain) , wallhanging (hiasan/gantungan dinding), dan lain-lain.

Halaman
123
Penulis: Nani HS
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved