Kisah Penderita Kanker Kulit di Aceh Timur yang Terpaksa Jual Semua Hartanya untuk Biaya Pengobatan

Rahmi mengaku kesulitan dan tidak mampu lagi melanjutkan pengobatan kaki suaminya itu karena biayanya sangat tinggi.

Kisah Penderita Kanker Kulit di Aceh Timur yang Terpaksa Jual Semua Hartanya untuk Biaya Pengobatan
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Saiful Adi didampingi istrinya Rahmi memperlihatkan kanker kulit yang menggerogoti kakinya saat Serambinews.com dan TKSK Idi Rayeuk menjenguknya di Gampong Keutapang Mameh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (9/8/2018). 

Sedangkan anak pertamanya Syifa Ulia Mehra (8), kata Rahmi, kini duduk di bangku kelas 2 SD.

Amatan Serambinews.com, saat tiba di kediaman Saiful, tampak istrinya Rahmi sedang jualan gorengan di depan rumahnya. Di depan kediaman Saiful ini terdapat lorong yang sepi dari lalulalang kendaraan.

Dari rumah sebelah tetangga Saiful, terdengar suara anak-anak sedang mengaji. Ketabahan Rahmi dan kesabarannya menghadapi cobaan ini, membuatnya tidak patah semangat mencari rezeki.

Karena itu ia setia menunggu anak-anak tersebut pulang mengaji, dan berharap membeli kue dagangannya, rezeki hasil jualan kue itulah selama ini dijakannya untuk menopang hidup anak-anak dan suaminya.

Berawal dari Tojok Sawit

Rahmi menceritakan kanker kulit yang dialami suaminya itu berawal akibat kaki kirinya itu terkena tojok sawit.

Saat itu, kisah Rahmi, ia dan suami masih tinggal dan merawat kebun sawit warga di Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur.

Tepat pada 27 Ramadhan 1439 H atau 12 Juni 2018, kata Rahmi, kaki kiri suaminya itu terkena tojok sawit saat sedang kerja memanen sawit.

Tojok tersebut menembus sepatu yang digunakan suaminya bekerja sehingga mengeluarkan darah segar dari luka di kakinya itu.

Karena jauh dengan Puskesmas, jelas Rahmi, sehingga luka suaminya hanya diobati di rumah dengan betadin.

Halaman
1234
Penulis: Seni Hendri
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help