Tafakur

Mengabaikan Diri

Kita bukan hanya disuruh berbuat dalam hidup ini, tetapi juga mengevaluasi apa yang telah diperbuat

Mengabaikan Diri
Tafakur

Oleh: Jarjani Usman

“Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya, dan orang-orang yang berbuat riya” (QS. Al-Ma’un: 4-6).

Kita bukan hanya disuruh berbuat dalam hidup ini, tetapi juga mengevaluasi apa yang telah diperbuat. Hal ini untuk memastikan apakah semakin tua umur kita, semakin baik, bijak dan bertakwa. Apalagi banyak pengalaman hidup telah dirasakan dan disaksikan. Termasuk dalam menyelesaikan berbagai persoalan dalam hidup, yang kadangkala rumit, berat dan kompleks. Juga semakin bertambah ilmu agama, yang seharusnya membuat diri semakin dekat dengan Sang Pencipta. Namun tak sedikit di antara kita yang mengabai diri sendiri.

Bahwa diri yang semakin tua dan semakin buruk berkelakuan, tak terpikirkan. Bahwa shalat hanya dilakukan sebagai lambang untuk riya, sedang perilaku semakin tergelincir dari jalur yang telah ditetapkan Allah, bukan hal yang disedihkan. Suap-menyuap sudah biasa. Marah serampangan dengan sesame juga tak berubah, seakan orang lain tak mampu membalasnya. Padahal orang lain lebih bersabar karena percuma menghadapi orang tua.

Padahal semakin tua seseorang hamba, semakin banyak sudah melakukan shalat. Dengan demikian, semakin bagus perangainya. Allah mengatakan bahwa shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-Ankabut: 45). Bila setelah sekian lama melaksanakan shalat, tetapi masih belum menjadi orang baik, maka itu pertanda orang yang lalai. Alasannya, dalam setiap shalat, kita berdoa agar dijadikan orang baik, tetapi melalaikan apa yang selalu dimohon kepada Allah.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help