Putusan Panwaslih akan Picu Penggugat Lain

Putusan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh yang memenangkan gugatan bakal calon (balon)

Putusan Panwaslih akan Picu Penggugat Lain
Logo Panwaslu 

Menurut Zulfikar, peraturan yang dikeluarkan institusi negara seperti komisi, kepolisian, atau badan, memiliki kewenangan khusus dan berlaku layaknya hierarki peraturan yang mengatur lebih detail isi undang-undang. Karena itu, PKPU Nomor 14 Tahun 2018 yang menjadi acuan bagi KIP Aceh mencoret nama Abdullah Puteh, berlaku dan menjadi acuan pelaksanaan pemilu 2019.

Selain itu, Zulfikar juga menyampaikan bahwa putusan MK yang menjadi pertimbangan Panwaslih Aceh dalam mengambil putusan itu berlaku pada rezim sebelum Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. “Konteks dan legal standing yang digunakan Abdullah Puteh pada putusan MK yang lalu sangat berbeda dengan yang sekarang,” katanya.

Wajib dilaksanakan
Kuasa Hukum Abdullah Puteh, Imran Mahfudi MH mendesak KIP Aceh melaksanakan putusan Panwaslih Aceh. Sesuai dengan ketentuan Pasal 469 UU 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan putusan Bawaslu (di Aceh disebut Panwaslih) bersifat final dan mengikat, kecuali putusan terhadap verifikasi partai politik peserta pemilu, penetapan DCT DPR, DPD dan DPRD dan penetapan pasangan calon presiden.

“Objek sengketa yang kami ajukan ke Panwaslih, bukanlah SK penetapan DCT DPD, sehingga sesuai dengan Pasal 469 UU Pemilu, putusan Panwaslih Aceh telah berkekuatan hukum yang tetap. Kami akan terus memantau perkembangan sikap KIP Aceh. Jika tidak melaksanakan putusan panwaslih maka kami akan laporkan KIP Aceh ke DKPP,” katanya.

Puteh syukuran
Buntut dari putusan yang mengabulkan gugatannya itu, Abdullah Puteh kemarin menggelar syukuran di Panti Asuhan Penyantun Islam Seutui, Banda Aceh, dengan makan siang bersama sekitar 60 anak yatim di panti itu. Puteh datang didampingi sejawatnya Thanthawi Ishak (mantan Sekda Aceh), Muhammad Yus atau akrab disapa Abu Yus (mantan ketua DPRA), M Sukarni, Nurdin Ahmad, dan Ilyas Hasan.

Abdullah Puteh menyatakan, kehadirannya ke panti asuhan itu sebagai wujud dari rasa syukurnya dapat mencalonkan kembali sebagai peserta Pemilu 2019 setelah gugatannya terhadap keputusan KIP Aceh dikabulkan Panwaslih Aceh.

Ia menyebut, putusan panwaslih itu sebagai bentuk penghargaan terhadap Konstitusi RI dan hak asasinya sebagai warga negara. “Ini keputusan yang penting, karena merupakan pencerahan bagi masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi dan berpolitik,” ulasnya sembari menyebut putusan tersebut sudah berkekuatan final dan mengikat.

Puteh menyatakan akan memanfaatkan waktu tiga hari, sebagaimana bunyi putusan tersebut, untuk menyerahkan berkas pendaftaran kepada KIP Aceh yang selama ini tak seluruhnya diterima karena terhalang PKPU Nomor 14/2018.

Selepas makan siang bersama kemarin, Puteh menyantuni para anak yatim di panti tersebut didampingi pihak Panti Asuhan Penyantun Islam Seutui, yakni Ustaz Saifuddin dan Hj Murni Sa’ad.

Setelah itu Puteh langsung bertolak ke Langsa karena hari ini ia menjadi narasumber dalam Musda KNPI setempat.(mas/dan/mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved