Warga di 6 Negara Ini Tolak Punya Anak, Akibatnya Tingkat Populasi tidak Stabil

Banyaknya populasi yang semakin menua menyebabkan anggaran untuk perawatan kesehatan dan pensiun sangat tinggi.

Warga di 6 Negara Ini Tolak Punya Anak, Akibatnya Tingkat Populasi tidak Stabil
LanceB/Getty Images/iStockphoto
Ilustrasi lautan manusia 

SERAMBINEWS.COM -- Tingkat kelahiran di beberapa negara sedang mengalami penurunan.

Banyaknya populasi yang semakin menua menyebabkan anggaran untuk perawatan kesehatan dan pensiun sangat tinggi.

Namun, jumlah populasi usia kerja yang membayar pajak terus menurun.

Sebagai hasilnya, negara-negara tersebut berisiko mengalami "bom waktu demografis". Ditandai dengan semakin sedikit penduduk usia kerja.

Para ahli demografi mengatakan, setiap negara memerlukan tingkat kelahiran 2,2 anak per wanita untuk mempertahankan populasi yang stabil. Namun, di beberapa negara, seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat, tingkat kelahirannya bahkan di bawah 2.

Baca: Daftar 20 Wanita Paling Dikagumi Penduduk Dunia, 6 di Antaranya dari Indonesia, Siapakah Mereka?

Berikut negara-negara yang jumlah penduduknya tidak stabil akibat angka kelahiran yang rendah:

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, tingkat kesuburanya telah mencapai rekor terendah, yaitu 1,76. Sementara rata-rata angka harapan hidupnya relatif stabil: yakni 78,7 tahun.

Para ahli mengatakan, melemahnya ekonomi dan mahalnya biaya kuliah anak berkontribusi pada tren penurunan tingkat kelahiran tersebut.

Berdasarkan survei yang dilakukan The New York Times, orang-orang dewasa di AS berakhir tidak punya anak atau hanya memiliki sedikit, karena tingginya biaya perawatan anak.

Baca: Seorang Pria Curi Pesawat Berkapasitas 76 Kursi di Amerika Serikat, 2 Jet Tempur F-15 Dikerahkan

Halaman
1234
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved