Asyraf Aceh Pamer Aneka Koleksi di Aceh History Expo

Di buku tamu tercatat, hingga Minggu siang, setidaknya 1.000-an pengunjung menghabiskan sebagian waktu di stan ini

Asyraf Aceh Pamer Aneka Koleksi di Aceh History Expo
¬†Asyraf Aceh berpartispasi di Aceh History Expo dengan menampilkan berbagai koleksi dalam rangka memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, Banda Aceh. 

Laporan Said Kamaruzzaman | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam rangka memeriahkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, Asyraf Aceh berpartispasi di Aceh History Expo dengan menampilkan berbagai koleksi di Lantai 3 Gedung Edukasi Museum Negeri Aceh, Banda Aceh.

Antara lain jenis poster batu nisan keluarga Sayid di Aceh dan Hadramaut, mushaf tulisan tangan, kitab-kitab kuno, stempel, jenis-jenis senjata serta berbagai informasi tentang sejarah keluarga Sayid Aceh.

Asyraf juga menampilkan sejarah tokoh ulama pejuang Aceh Habib Teupin Wan (Habib Abdurrahman bin Hasan Asseqaf) yang telah berjuang selama 38 tahun,  dari 1873 -1911 M.

Baca: Ragam Tradisi Meriahkan Panggung Utama PKA VII

Stan Lembaga Asyraf Aceh, di Lantai 3 Gedung Edukasi Museum Negeri Aceh, Banda Aceh.
Stan Lembaga Asyraf Aceh, di Lantai 3 Gedung Edukasi Museum Negeri Aceh, Banda Aceh. (Dok SERAMBINEWS.COM)

Sejarah tokoh Syarif Muhammad bin Abdurrahman Al-Jamalulail yang berhijrah dari Aceh ke Kadalundi (Kerala, India).

Kemudian sejarah keluarga Syarif Keumala dan jaringan tarekat alawiyah di Aceh.

Untuk Habib Teupin Wan, Asyraf Aceh menampilkan sebuah manuskrip tahun 1909 M yang berisikan tentang ajakan penguasa pada saat tersebut untuk tunduk kepada  Belanda.

Tapi Habib Teupin Wan dan para pejuang lainnya menolak menyerah kepada penjajah kolonial itu.

Baca: VIDEO - Ragam Rumah Adat Aceh di PKA 7

Stan Asyraf Aceh juga dikunjungi oleh pengunjung berbagai pelosok Aceh, Nusantara, dan bahkan luar negeri. 

Di buku tamu tercatat, hingga Minggu siang,  setidaknya 1.000-an pengunjung menghabiskan sebagian waktu di stan ini.   

Di antaranya, Sayid Ahmad Kabeer Al-Jamalulail dari India, Prof. Abdul Rahim bin Samsudin dari Malaysia,  dan berbagai negara lainnya. 

“Kedatangan Sayid Ahmad Kabeer ke Aceh untuk melihat bagaimana hubungan Sayid Aceh di masa lalu dengan Sayid yang berada di Pantai Malabar dalam berbagai perspektif,” tutur Ketua Asyraf Aceh, Sayed Murthada Al-Idrus, MSc.

Baca: Pengunjung Keluhkan Parkir Sepeda Motor di Arena PKA Rp 5.000, Dishub Kota: Sesuai Qanun Rp 1.000

Asyraf Aceh merupakan lembaga pendataan dan pengkajian sejarah serta nasab keluarga Sayid Aceh.  

Lembaga ini juga mengeluarkan buku nasab untuk keluarga Sayid Aceh.

Saat ini Asyraf  telah mengeluarkan lebih dari seratus buku nasab untuk berbagai macam keluarga Sayid Aceh serta sedang melakukan berbagai kajian sejarah yang berhubungan dengan diaspora Arab di Aceh.(*)

Penulis: Said Kamaruzzaman
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved