Pilpres 2019

Sandiaga Uno Bantah Mahar Rp 1 Triliun untuk PKS dan PAN

Sandiaga mengatakan, pemberitaan yang menyebut dirinya mengeluarkan uang itu salah. Ia meminta awak media memuat berita sesuai wawancara

Sandiaga Uno Bantah Mahar Rp 1 Triliun untuk PKS dan PAN
WARTA KOTA/DWI RIZKI
Sandiaga Salahuddin Uno bergaya di sesi pemotretan, usai fitting seragam dinas Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, di sebuah butik di Jalan Tirtayasa II Nomor 12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2017). 

SERAMBINEWS.COM - Calon wakil presiden Sandiaga Uno membantah adanya mahar Rp 1 triliun yang diberikannya kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Sangat tidak benar," ujar Sandiaga di Mal One Belpark, Jakarta Selatan, Minggu (12/8/2018).

Sandiaga mengatakan, pemberitaan yang menyebut dirinya mengeluarkan uang itu salah.

Ia meminta awak media memuat berita sesuai wawancara dan tidak mengadu domba.

"Ya kalau (wartawan) mau belok-belok kiri-kanan boleh, tapi jangan lari dari transkrip. Saya enggak pernah ngomong gitu. Tapi, saya bilang sudahlah ini kan pilpres yang mempersatukan. Let's be friends, let's unite," kata dia.

(Baca: Jadi Cawapres Prabowo dan Punya Harta Triliunan, Begini Tampilan Rumah Mewah Sandiaga Uno)

(Baca: Disebut Bayar Rp 500 M Jadi Cawapres Prabowo, Bawaslu Telusuri Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno)

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Andi Arief menyebut adanya politik transaksional yang melibatkan Sandiaga, Gerindra, PAN, dan PKS.

Ia menyebut dalam akun Twitter-nya, Sandiaga memberikan Rp 500 miliar masing-masing untuk PKS dan PAN agar mau mencalonkan dirinya sebagai cawapres bagi Prabowo.

PAN, PKS, maupun Partai Gerindra membantah tuduhan ini.

Bahkan, PKS dan PAN menyatakan akan membawa kicauan Andi itu ke ranah hukum.

(Baca: Mahfud MD dan TGB Diupayakan Masuk ke Timses Jokowi-Maruf Amin Pada Pilpres 2019)

(Baca: Berharap Jangan Puan, PKB Usulkan Cak Imin Jadi Ketua Tim Sukses Jokowi-Maruf Amin)

Informasi dari Orang

Halaman
12
Editor: Zaenal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help