BREAKING NEWS

BREAKING NEWS - KPK Kembali Periksa Sejumlah Pejabat Aceh di Mapolda

Para pejabat yang diperiksa KPK berasal dari unsur staf khusus gubernur, pejabat di Biro Hukum, PNS, pejabat dan anggota TAPA, BPKS dan staf PUPR.

BREAKING NEWS - KPK Kembali Periksa Sejumlah Pejabat Aceh di Mapolda
DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.COM
Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan memeriksa belasan saksi untuk kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018, Senin (13/8/2018).

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, tim penyidik KPK memeriksa sekitar 16 saksi untuk Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf, tersangka kasus dugan penyelewengan DOKA 2018.

“Hari ini, Senin 13 Agustus 2018 diagendakan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi,” kata Febri dalam keterangan tertulisnya kepada Serambinews.com, pagi tadi.

Menurut Febri, pemeriksaan dilakukan di Kantor Dit Reskrimsus Polda Aceh.

Pantauan Serambinews.com, pemeriksaan tersebut berlangsung tertutup.

Baca: Permohonan Steffy Burase Setelah Diperiksa 11 Jam Oleh KPK Terkait Aliran Dana dari Irwandi Yusuf

Baca: KPK Berhasil Menguak Kode 1 Meter dalam Kasus OTT Gubernur Aceh

Baca: Darwati Unggah Foto Irwandi Yusuf Tersenyum dan Tulis ‘Selamat Ulang Tahun untukmu Suamiku Sayang’

Ini kesekian kalinya KPK memeriksa saksi-saksi terkait kasus dugaan suap DOKA 2018.

Sebelumnya, KPK juga sudah memanggil sejumlah saksi, termasuk unsur pejabat Pemerintah Aceh untuk mengonfirmasi terkait dugaan tersebut.

Sementara itu, pemeriksaan 16 saksi hari ini dilakukan di Dit Reskrimsus Polda Aceh.

Mereka diperiksa terkait kasus dugaan suap DOKA 2018 yang telah menyeret Irwandi Yusuf, bupati non-aktif Bener Meriah, Ahmadi, Hendri Yuzal, dan T Syaiful Bahri sebagai tersangka.

Siapa 16 saksi yang diperiksa tersebut? Febri yang ditanyai Serambinews.com tak mau membeberkannya.

Namun, dalam keterangannya kepada Serambinews.com pagi tadi, ke-16 saksi yang diperiksa itu merupakan para PNS dan pihak lainnya di lingkungan Pemerintah Aceh.

“Para saksi berasal dari unsur staf khusus gubernur, pejabat di Biro Hukum, PNS, pejabat dan anggota TAPA, BPKS dan staf PUPR,” pungkas Febri Diansyah.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help