Siswa di Singkil tak Sekolah

Sejumlah murid dan pelajar sekolah di Aceh Singkil dalam beberapa hari terakhir telantar, dan tidak bersekolah

Siswa di Singkil tak Sekolah
Bus sekolah milik Pemkab Aceh Singkil, Rabu (4/4/2018) 

* Akibat Bus Dipakai untuk Kontingen PKA

SINGKIL - Sejumlah murid dan pelajar sekolah di Aceh Singkil dalam beberapa hari terakhir telantar, dan tidak bersekolah. Kondisi ini terjadi sebagai dampak dari pemakaian bus yang biasa mengantar siswa ke sekolah pulang dan pergi digunakan untuk membawa kontingen PKA Aceh Singkil ke Banda Aceh. Bahkan sebagian siswa lainnya di kabupaten itu terpaksa harus berjalan kaki saat pergi dan pulang sekolah.

“Bahkan ada siswa yang tidak bersekolah, lantaran orang tua tidak punya kendaraan untuk mengantar anaknya. Seharusnya Pemkab Aceh Singkil, mengantisipasi yang terjadi untuk transportasi anak sekolah, bila sopir dan kendaraan pengantar anak sekolah dibawa ke PKA,” kata Hitler, ketua LSM Forum Andalan Pengawasan Pembangunan dan Auditor Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh (Fappar RI) Aceh Singkil kepada Serambi kemarin.

Menurut Hitler, pemakaian bus sekolah untuk transportasi PKA merugikan pelajar. Ia mendesak Pemkab Aceh Singkil, mengganti kerugian siswa selama PKA berlangsung. “Memang PKA perlu diikuti, namun harus ada antisipasi sehingga tidak terkesan hura-hura,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil Edi Hartono yang dikonfirmasi terkait penggunaan bus sekolah meminta masyarakat terutama orang tua siswa mengerti. Sebab bus tersebut digunakan untuk kepentingan daerah yaitu membawa rombongan PKA dan Paskibra.

“Kita harap pengertian orang tua murid hingga selesai 17 Agustus dan PKA. Selesai dua kegiatan itu transportasi anak sekolah kembali normal,” kata Edi Hartono, Minggu (12/8). Edi juga menjelaskan bus yang digunakan hanya tiga unit. Masing-masing dua unit untuk membawa rombongan PKA dan satu lagi digunakan Paskibra.

“Saat ini ada tiga bus yang dikondisikan untuk kepentingan daerah. Satu untuk Paskibra dan dua untuk kegiatan PKA,” ujarnya.

Pemkab Aceh Singkil, selama ini mengoperasikan 18 bus untuk mengantar pelajar dan murid sekolah secara gratis. Anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 2 miliar setiap tahun. Anggaran sebesar itu digunakan untuk membeli bahan bakar, perawatan, suku cadang serta honor sopir dan kernet.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved