PKA 7

29 Orang Terima Anugerah Budaya PKA

Sebanyak 29 orang dari berbagai kabupaten/kota di Aceh menerima anugerah budaya Pekan Kebudayaan Aceh

29 Orang Terima Anugerah Budaya PKA
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyematkan pin dan menyerahkan tropi kepada empat peraih anugerah utama dalam Malam Anugerah Budaya PKA Ke-7 di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar, Senin (13/8). 

BANDA ACEH – Sebanyak 29 orang dari berbagai kabupaten/kota di Aceh menerima anugerah budaya Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) Ke-7 dalam acara malam anugerah budaya PKA ke-7 di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (13/8) malam.

Dari 29 orang tersebut, empat di antaranya menerima anugerah utama, yaitu Anugerah Meukuta Alam, Anugerah Tajul Alam, Anugerah Perkasa Alam, dan Anugerah Perkasa Alam. Sisanya 25 orang lagi, menerima Anugerah Syah Alam. Mereka orang yang tidak lulus verifikasi untuk mendapatkan anugerah utama. (Baca mereka penerima anugerah)

Katibul Wali, Drs Syaiba Ibrahim, dalam sambutannya mengatakan, anugerah budaya PKA ke-7 merupakan salah satu kegiatan penting dalam rangkaian pergelaran PKA ke-7 tahun 2018. Menurutnya, anugerah budaya selalu diberikan kepada pelestari dan pemerhati budaya sejak PKA pertama digelar hingga PKA ke-7 tahun ini.

“Ini adalah wujud nyata Pemerintah Aceh bagi semua pemerhati sejarah, adat, dan seni budaya. Maka oleh sebab itu, kita berikan anugerah tertinggi bagi mereka yang telah berdedikasi dalam pelestarian warisan budaya yang kita miliki ini,” kata Syaiba.

Sebagaimana dilaksanakan pada even PKA sebelumnya, anugerah budaya diberikan dalam lima ketegori. Pertama anugera Meukuta Alam, merupakan anugerah tertinggi yang diberikan kepada kepada laki-laki dewasa atas dedikasinya dalam membina, mengembangkan, dan melestarikan sejarah, budaya, adat istiadat, dan kesenian di Aceh.

Selanjutnya, Tajul Alam diberikan kepada perempuan yang telah mengabdi dalam melestarikan alam, sejarah, budaya, dan adat istiadat di Aceh. Perkasa Alam diberikan kepada remaja yang telah berprestasi dalam bidang seni dan budaya Aceh. Anugerah Sri Alam kepada remaja yang telah mengabdi dalam bidang seni dan budaya. Terakhir, anugerah Syah Alam diberikan kepada para nominator yang tidak mencapai anugerah utama.

“Calon penerima anugerah diajukan oleh kabupaten/kota, lalu diverifikasi oleh tim verifikator yang ditugaskan ke daerah. Kemudian tahapan selanjutnya mereka yang telah diverifikasi itu diwajibkan untuk mempersentasi karya dan kerja nyata yang telah dilakukan selama ini,” pungkas Syaiba Ibrahim.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, selain menggelar PKA untuk memberi ruang bagi eksistensinya budaya-budaya lokal, Pemerintah Aceh juga punya cara lain untuk melestarikan budaya daerah dengan memberi penghargaan kepada individu dan juga kelompok atau lembaga yang aktif berperan melestarikan budaya lokal.

Dan untuk bisa menjadi nominasi anugerah kebudayaan itu kata Nova, tidaklah mudah. Terlebih dulu harus melalui seleksi di tingkat kabupaten/kota dan selanjutnya diseleksi lagi di tingkat provinsi. Tujuannya agar penghargaan ini benar-benar diberikan kepada orang yang tepat.

“Alhamdulillah, untuk tahun ini, dewan juri telah selesai melakukan proses seleksi tersebut. Hasilnya, pada malam ini anugerah budaya itu kita berikan kepada individu-individu yang dianggap layak menerima penghargaan tersebut,” kata Nova.

Acara tadi malam turut dihadiri oleh Pangdam IM, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah, Plt Kadisbudpar Aceh, para bupati/wali kota, sejumlah pejabat, dan para sejarawan dan budayawan di Aceh. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved