Citizen Reporter

Kashmir, Surga di Balik Pegunungan Himalaya

PERJALANAN ke Kashmir ini saya lakukan bersama istri dan delapan teman yang berasal dari Jakarta

Kashmir, Surga di Balik Pegunungan Himalaya
YUSMARDANI ARYA PUTRA

OLEH YUSMARDANI ARYA PUTRA MSi, Geolog, PNS pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, melaporkan dari Kashmir

PERJALANAN ke Kashmir ini saya lakukan bersama istri dan delapan teman yang berasal dari Jakarta, Bandung, dan Solo. Sesuai dengan konsensus yang telah disepakati bersama, kami bertemu di Kuala Lumpur untuk memulai perjalanan. Dengan menggunakan maskapai penerbangan ”berbudget murah”, kami mengambil rute Kuala Lumpur-New Delhi, New Delhi-Srinagar. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke New Delhi menghabiskan waktu lima jam dan dari New Delhi ke Srinagar lamanya 1,5 jam.

Kashmir merupakan negara bagian India dengan ibu kotanya Srinagar. Jangan bayangkan Kashmir seperti New Delhi yang panas, tapi justru sebaliknya, di sini suhunya sejuk. Bahkan di beberapa tempat dapat turun salju jika sedang musim dingin.

Di Srinagar, terdapat sebuah danau yang luasnya mencapai 18 km persegi. Danau yang bernama Dal (Dal Lake) ini terletak di tengah-tengah Kota Srinagar. Ini menjadi daya tarik tersendiri karena d isini banyak ditemukan penginapan rumah perahu (house boat) yang terbuat dari kayu dengan ukiran-ukiran unik dan lampu warna warni.

Di pagi hari, kita dapat menikmati suasana Kota Srinagar yang sejuk dari teras house boat ditemani secangkir teh kehwa. Untuk mengelilingi Danau Dal, kita dapat menyewa perahu dayung (shikara), tentu saja harus disepakati dan ditawar lebih dahulu harganya agar tidak kemahalan.

Sangat mudah menemukan makanan halal di sini, karena lebih dari 90% masyarakatnya menganut agama Islam. Pada umumnya masyarakat di sini berkulit putih, cantik, dan ganteng seperti artis saja karena nenek moyang mereka banyak yang berasal dari Persia.

Kashmir berbatasan langsung dengan tiga Negara, yaitu Cina pada bagian utara dan timur, India di bagian selatan, dan Pakistan pada bagian baratnya. Kashmir merupakan lembah yang sangat subur di balik deretan Pegunungan Himalaya. Sampai saat ini ketiga negara tersebut masih mengklaim Kashmir menjadi daerah kekuasaannya dan konflik kepentingan sering terjadi. Namun, dari hati masyarakat Kashmir sendiri mereka sebenarnya ingin merdeka dan tidak terbelenggu oleh negara lain.

Selama di Kashmir kami banyak mengunjungi tempat-tempat wisata. Pada hari pertama kami mengunjungi Indira Gandhi Memorial Tulip Garden. Lokasinya masih di sekitar pusat Kota Srinagar. Beruntung, karena bunga tulip sedang mekar-mekarnya. Dalam setahun bunga ini mekar hanya dalam dua minggu, yaitu pada awal sampai pertengahan bulan April saat memasuki musim semi. Kebun tulip ini terbesar di Asia dengan luas yang mencapai 74 hektare. Ada sekitar 53 jenis tulip berwarna-warni yang tumbuh di kebun ini.

Kami juga sempat mengunjungi dua masjid bersejarah di Kota Srinagar. Yang pertama adalah Masjid Hazratbal yang berarti “Tempat yang Suci”. Di dalam masjid ini ada peninggalan Nabi Muhammad saw, yaitu rambut yang dibawa dari Madinah pada tahun 1635 oleh Said Abdullah, salah seorang keturunan Baginda Rasul.

Masjid yang kedua adalah Masjid Shah Hamdan yang merupakan masjid tertua di Kashmir, dibangun pada tahun 1395 oleh Sultan Sikander. Masjid berkonstruksi kayu dengan dipenuhi oleh lukisan ornamen berwarna-warni pada bagian dalamnya ini dibangun untuk penghormatan kepada Shah Hamdan sebagai seorang tokoh penyebar agama Islam di Kashmir yang berasal dari Persia.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved