Perekonomian Turki Kian Terpuruk, Cina Siap Kuasai Negeri Erdogan?

Cina tentu saja melihat kondisi ini sebagai peluang berinvestasi dengan murah di Turki.

Perekonomian Turki Kian Terpuruk, Cina Siap Kuasai Negeri Erdogan?
Intisari online
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi (3/8/2017). 

SERAMBINEWS.COM - Seperti halnya keruntuhan Kekalifahan Ottoman usai Perang Dunia I, krisis ekonomi yang kini menghantam Turki sudah diprediksi sejak lama.

Berbagai masalah kredit dan perbankan membuat Turki mengalami krisis ekonomi yang lebih panjang ketimbang yang seharusnya.

Meski demikian, anjloknya nilai tukar lira belakangan ini tetap mengejutkan banyak kalangan.

Presiden Recep Tayyip Erdogan kemungkinan bisa saja menangani krisis ini.

Baca: Banda Aceh Juara Anyaman

Namun, dia malah memutuskan "beradu kuat" dengan Presiden AS Donald Trump terkait penangkapan seorang pendeta asal AS. B

Hingga akhir pekan lalu, satu dolar AS setara dengan 6,5 lira Turki atau kurang dari sepertiga nilainya pada 2014.

Alhasil, perekonomian Turki menghadapi level inflasi ekstrem di saat harga-harga komoditas ekspor melonjak yang memicu meningkatnya biaya produksi yang tak terjangkau para pengusaha Turki.

Kemungkinan perekonomian Turki akan menyusut hingga 10-20 persen sebelum krisis berakhir dan Erdogan membutuhkan keajaiban untuk membalikkan keadaan.

Baca: CRU Peusangan Minim Dana

Berbagai perusahaan Turki telah meminjam sekitar 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,3 triliun dalam mata uang asing.

Celakanya, para pengusaha Turki harus mengembalikan pinjaman mereka dalam lira yang nilainya terus merosot.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved