PKA 7

Ervan Ceh Kul, “Anak Panah” Ekspresi Etnik

Penyanyi asal Gayo Aceh Tengah, Ervan Ceh Kul memperlihatkan kemampuan terbaiknya di panggung utama

Ervan Ceh Kul, “Anak Panah” Ekspresi Etnik
ERVAN Ceh Kul di panggung utama Taman Sultanah Safiatuddin Banda Aceh, Senin (13/8) malam. 

BANDA ACEH --Penyanyi asal Gayo Aceh Tengah, Ervan Ceh Kul memperlihatkan kemampuan terbaiknya di panggung utama PKA 7 Taman Sultanah Safiatuddin Banda Aceh, Senin (13/8) malam. Nomor-nomor hits dipersembahkan dihadapan pengunjung yang duduk rapi di depan panggung.

“Ayo kita nyanyikan bersama,” ajak Ervan kepada pengunjung yang langsung menyahuti dengan menyanyikan lagu “Kupi Gayo” yang tersohor itu.

Ervan Ceh Kul, penyanyi modern yang juga menguasai teknik berdidong dengan baik. Sebelum bersileweran di panggung-panggung musik pop, Ervan terlebih dahulu eksis di pentas tradisi didong dengan grup (klop) Kemara.

Diawali dengan lagu “Lut Belang”, penampilan Ervan dan kawan-kawan langsung mendapat sambutan antusias masyarakat yang berasal dari kalangan anak muda dan dewasa. Salah seorang penonton yang menyempatkan diri menyaksikan pertunjukan Ervan adalah Zainal Abidin, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Masjid Raya, Aceh Besar. “Saya menikmatinya dengan baik. Ervan salah seorang penyanyi hebat,” puji Zainal tentang penampilan Ervan.

Tiga lagu berikutanya dituntaskan dengan sempurna, “Seranting Tajuk, Kupi Gayo,” dan “Muniru.” Pertunjukan Ervan digenapkan dengan lagu tambahan “Ranto” mengisahkan perjuangan seorang anak rantau.

Ervan Ceh Kul salah seorang “anak panah” dalam pentas musik etnik di Aceh. Ia melesat dan memberi ruang lebar bagi ekspresi etnik dalam karya-karya yang dirilisnya. “Etnik adalah jiwa kita. kita tak bisa meninggalkannya begitu saja. Etnik adalah kekayaan kita,” kata Ervan mengenai warna etnik Gayo dalam karya musiknya.

Ervan, kini berusia 28 tahun, adalah generasi milenial yang sadar betul dengan kemajuan teknologi informasi. Ia eksis di media sosial instagram dengan 21.100 followers. Karya-karya musiknya yang diunggah ke youtube disaksikan 240 ribu pengunjung. Paling tinggi untuk lagu berbahasa Indonesia “Melamarmu” disaksikan 240 ribu pengunjung dan diikuti urutan kedua lagu berbahasa Gayo “Berijin” dengan 225 ribu pengunjung.

“Kita berada di era teknologi yang sangat pesat. Kita harus menyesuaikan diri,” katanya. Banyak karya-karya single Ervan “meledak” di media internet yang bisa diakses dari seluruh penjuru dunia. Ervan didukung personil sangat kuat, Riskawa Novri, Ega, Taufik, Rahmat, Deni 1, Deni 2, Surya, Zikri, Edi, dan Gosay.

Panggung PKA 7 merupakan panggung pertama bagi Ervan di ajang Pekan Kebudayaan Aceh. “Kita akan terus mengisi ruang-ruang kreativitas dengan warna etnik,” katanya yang langsung pulang ke Gayo keesokan harinya.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved