Pilpres 2019

Ma'ruf Amin Belum Serahkan LHKPN sebagai Syarat Pencalonan Cawapres

Lantaran sempitnya waktu perbaikan kelengkapan dokumen pencalonan, KPU mengimbau Ma'ruf untuk segera menyerahkan LHKPN ke KPU.

Ma'ruf Amin Belum Serahkan LHKPN sebagai Syarat Pencalonan Cawapres
Calon Wakil Presiden, Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang.(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG) 

SERAMBINEWS.COM - Bakal calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin belum menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), salah satu dokumen persyaratan pencalonan.

Lantaran sempitnya waktu perbaikan kelengkapan dokumen pencalonan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau Ma'ruf untuk segera menyerahkan LHKPN ke KPU.

"Tanda terima LHKPN dari bakal cawapres belum kami terima juga dari Ma'ruf Amin," kata Komisioner KPU Ilham Saputra di kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018).

Selain itu, Ma'ruf juga belum menyerahkan sertifikat honoris causa.

"Pak Ma'ruf Amin belum menyerahkan kalau dia ingin namanya disebut doktor honoris causa, sertifikat honoris causa-nya belum diserahkan ke kami," jelas Ilham.

Baca: LIVE STREAMING Timnas Indonesia Vs Palestina, Asian Games 2018 di SCTV Pukul 19.00 WIB

Baca: Mahasiswa Aceh Singkil Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Sementara itu, bakal calon presiden (capres) pasangan Ma'ruf, Joko Widodo, tak ada perbaikan atau kekurangan dalam melengkapi dokumen persyaratan pencalonan.

 "Jokowi tak ada (kekurangan berkas)," terangnya.

Sebelumnya, KPU telah merampungkan verifikasi berkas pencalonan bakal capres dan cawapres.

Rencananya, berita acara hasil verifikasi berkas tersebut akan diserahkan ke liaison officer (LO) masing-masing bakal pasangan calon (paslon) hari ini, Rabu.

 Jika ada persyaratan dokumen yang belum dilengkapi, maka bakal capres dan cawapres akan diberikan kesempatan untuk melengkapinya selama kurun waktu 18-20 Agustus 2018.

Baca: Mahfud MD Geram Pernyataan Romahurmuziy: Jangan Main-Main Saya Tahu Semua Catatan Calon Wakil

Baca: Jawab Tudingan Mahar Sandiaga ke PAN dan PKS, Zulkifli: Bagi-bagi Kalau Ada  

Sementara Bakal calon presiden (capres) Prabowo Subianto belum menyerahkan salah satu dokumen persyaratan pencalonan yaitu surat tanggungan utang.

Menurut Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Ilham Saputra, surat tanggungan utang penting dan harus dilengkapi bakal capres.

"Prabowo itu ternyata ada satu (dokumen persyaratan pencalonan yang belum dilengkapi), syarat tentang tanggungan utang," kata Ilham di kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018).

Surat tanggungan utang tersebut, jelas Ilham, adalah keterangan yang menyatakan capres tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan atau yang menjadi tanggung jawabnya yang bisa merugikan keuangan negara.

Lantaran sempitnya waktu perbaikan kelengkapan dokumen pencalonan, Ilham meminta Prabowo untuk segera menyerahkan surat tanggungan utang ke KPU. "Saya kira sudah ada (suratnya), tinggal dilengkapi saja," ujar Ilham.

Sebelumnya, KPU telah merampungkan verifikasi berkas pencalonan bakal capres dan cawapres.

Rencananya, berita acara hasil verifikasi berkas tersebut akan diserahkan ke liaison officer (LO) masing-masing bakal pasangan calon (paslon) hari ini, Rabu.

Jika ada persyaratan dokumen yang belum dilengkapi, maka bakal capres dan cawapres akan diberikan kesempatan untuk melengkapinya selama kurun waktu 18-20 Agustus 2018.(*)

Baca: Lawan Palestina di Asian Games 2018, Timnas U-23 Indonesia Harus Waspadai 2 Remaja Ini

Baca: Bawaslu: Sandiaga Uno akan Dipanggil Terkait Laporan Mahar Politik 500 M ke PAN dan PKS

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ma'ruf Amin Belum Serahkan LHKPN sebagai Syarat Pencalonan Cawapres"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help