Murid Kasus MR Berangsur Membaik

Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh angkat bicara mengenai kabar seorang murid SD Pasi Rawa, Kecamatan Kota Sigli, Pidie

Murid Kasus MR Berangsur Membaik
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik (Tengah) memangku salah satu murid SDN 1 Pasi Rawa Kota Sigli, Pidie untuk disuntik Imunisasi MR oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan , Rabu (1/8/2018). 

BANDA ACEH - Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh angkat bicara mengenai kabar seorang murid SD Pasi Rawa, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, TM Helmi yang disebut-sebut lumpuh setelah disuntik vaksin measles rubella (MR) di sekolahnya. Mereka membantah murid itu lumpuh, melainkan lemas otot dan kini keadaannya berangsur membaik.

“Pasien dari Sigli itu sebenarnya enggak lumpuh, lemas saja dia, jalan masih agak sakit akibat koinsiden,” kata Ketua Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Aceh, dr TM Thaib SPA dalam konferensi pers yang digelar Dinkes Aceh di Banda Aceh, Selasa (14/8).

Dalam konferensi itu juga hadir Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanief, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, dr Herlina SPA, Dr dr Sulaiman Yusuf SPA (dokter spesialis anak), dr Baktiar SPA (dokter yang menangani pasien), dan Kabid P2P Dinkes, dr Abdul Fatah MPPM.

Sebelumnya beredar kabar ada seorang murid SD Pasi Rawa, Kecamatan Kota Sigli, Pidie bernama TM Helmi yang tubuhnya tidak bisa digerakkan setelah disuntik imunisasi MR bersama murid lain di sekolahnya, Rabu (1/8). Akibat kondisi ini, TM Helmi terpaksa dirawat di rumah sakit.

TM Thaib memastikan pasien mengalami lemas bukan karena disuntik vaksin MR tetapi karena koinsiden. Koinsiden itu merupakan gejala yang ditimbul secara kebetulan. Karena pada saat pasien disuntik di sekolahnya, kondisi pasien baru saja sembuh dari demam tapi belum sempurna.

“Sebelumnya dia demam, tapi belum sembuh betul, terjadi ini (tubuh pasien TM Helmi tidak bisa digerakkan) secara kebetulan, namanya koinsiden. Tidak berhubungan dengan suktik vaksin MR,” jelas TM Thaib yang diamini oleh Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanief dan dokter anak.

Dia juga menjelaskan, di dalam ketentuan medis apabila seorang anak dalam keadaan demam maka pelaksanaan imunisasi harus ditunda. “Di dalam MR itu kalau ada demam ditunda sampai sembuh. Setelah kita berikan obat baru kita evaluasi lagi (kondisi anak tersebut),” jelas TM Thaib.

Pada kesempatan yang sama, dr Baktiar SPA selaku dokter yang menanggani pasien TM Helmi di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), mengatakan kondisi pasien tersebut di RSUZA saat ini mulai membaik. “Kakinya yang sebelumnya tidak bisa digerakkan sudah bisa digerakkan, hanya saja ketika bersentuhan dengan lantai masih merasa nyeri,” ungkapnya.

Dokter Baktiar menambahkan kesembuhan TM Helmi sudah di atas 50 persen. “Dalam proses pengobatan pasien ini sudah membaik. Bahkan saat ini sudah di atas 50 persen kesembuhannya,” pungkas Baktiar. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved