Mihrab

‎Memilih Pemimpin yang Paling Sedikit Mudharat Bagi Agama

Kepemimpinan adalah struktur strategis dan urgen dalam menjalankan misi khalifah manusia.

‎Memilih Pemimpin yang Paling Sedikit Mudharat Bagi Agama
ist
Ustaz Dr. H. Badrul Munir Lc, MA 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Salah satu tujuan utama penciptaan manusia adalah untuk menjadi khalifah di muka bumi, yang substansi khalifah itu adalah mengatur, mengelola, memimpin kehidupan di muka bumi.

Kepemimpinan adalah struktur strategis dan urgen dalam menjalankan misi khalifah manusia.

Karena demikian pentingnya kepemimpinan, sejumlah ulama seperti yang diriwiyatkan dari Imam Ahmad bin Hambal, beliau mengatakan, "Seandainya terdapat doa saya yang makbul, pasti salah satu doa saya tersebut akan saya khususkan untuk para pemimpin."

Sedangkan tujuan utama kepemimpinan yang ingin dicapai (goals) dalam Islam yaitu untuk meraih kemaslahatan (nilai positif) dan menolak kemudharatan (nilai negatif) melalui realisasi dan implementasi perlindungan atau memelihara agama (‎Hifdz Ad-Din), perlindungan jiwa (Hifdz An-Nafs), perlindungan akal (Hifdz Al’Aql), perlindungan keturunan (Hifdz An-Nasb, serta perlindungan harta dan lingkungan (Hifdz Al-Maal).

Baca: VIDEO - Sambut Ramadhan, KWPSI Bagikan Daging untuk 85 Anak Yatim dan Dhuafa

‎‎‎Demikian antara lain disampaikan Ustaz Dr. H. Badrul Munir Lc, MA (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry dan LIPIA Banda Aceh) saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (15/8/2018) malam.

"Kepemimpinan itu sangat penting dalam Islam, dengan tujuan untuk menjaga agama dalam kehidupan. Sehingga setiap kebijakan yang dikeluarkan membawa kemaslahatan dalam agama, buka melahirkan kemudharatan," ujar Ustaz Badrul Munir yang juga Anggota IKAT dan DDI Aceh ini.

Ditambahkanya, untuk mendapatkan pemimpin dengan prinsip maqashid syariah perlu Wasilah, sebagai jalan, media, sistem dan instrumen untuk mencapai maqashid tersebut. Wasilah dapat berubah dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

Baca: Peringati Maulid KWPSI Santuni Anak Yatim

Wasilah pemilihan pemimpin periode awal Islam dapat berbeda dengan zaman sekarang. Wasilah yang ideal adalah wasilah yang paling baik yang dapat menjamin terlaksananya maslahah.

"Berbagai sistem pemilihan pemimpin akan menjadi ideal jika rakyat pemilih dan politisi yang dipilih telah mencapai fase kematangan dalam arti suara tidak dapat dibeli dan disogok, siap menang kalah serta pemilihan berdasarkan alasan logis dan keunggulan program," terangnya.

Maka ketika fase kematangan itu belum mencapai level yang diharapkan, maka berbagai sistem, termasuk sistem pemilihan demokrasi langsung one man one vote menjadi tidak ideal.

Disebutkannya, pemimpin yang dilahirkan adalah cerminan rakyat dan kualitas pemimpin tergantung dari kualitas rakyat, karena embrio pemimpin lahir dari rahim rakyat. Semakin tinggi level kualitas rakyat, akan semakin baik pemimpin yang muncul.

"Bagaimana kualitas rakyat, begitulah kualitas pemimpin‎. Jika 60 persen saja rakyat bagus imannya, maka akan muncul pemimpin seperti itu juga. Karena keimanan dan ketaatan beragama pemimpin tercermin dari rakyatnya‎," ungkapnya.

Baca: Hukum Memilih Pemimpin Kafir

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved