Tafakur

Menyampaikan Ilmu

Menyampaikan ilmu tentunya tidak selalu dengan ucapan. Bisa juga dengan perbuatan (tangan atau anggota tubuh lainnya)

Menyampaikan Ilmu

Oleh: Jarjani Usman

“Barangsiapa menyampaikan satu ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal), ia akan tetap memperoleh pahala” (HR. Al Bukhari).

Menyampaikan ilmu tentunya tidak selalu dengan ucapan. Bisa juga dengan perbuatan (tangan atau anggota tubuh lainnya), sehingga bisa diamati. Bahkan, bila disampaikan dengan perbuatan melalui contoh, ilmu akan lebih mudah difahami orang lain. Sebab, manusia bukan hanya diberikan kemampuan menyerap ilmu dengan cara mendengar, tetapi juga melihat langsung cara melakukannya.

Seperti seseorang yang memiliki pengetahuan bahwa menyogok itu haram, tetapi belum tentu mau dan mampu mencegah diri dari perbuatan terlarang tersebut. Ada saja godaan yang mengagalkan usaha untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuannya. Padahal berhasil melaksanakannya berarti bukan hanya pertanda ia bagus dari segi pengetahuan, tetapi juga dari segi sikap dan psikomotoriknya.

Menyadari ilmu pengetahuan bisa tersampaikan melalui proses mengamati, setiap diri kita perlu hati-hati dalam hidup ini. Soalnya, ada perbuatan buruk tapi mendatangkan uang banyak yang diamati oleh sebahagian orang, sehingga akan dicontoh mereka. Buktinya bukan satu dua lagi. Banyak sudah yang tergabung dalam usaha menjual barang haram dan mencelakakan, meskipun itu membuat orang lain sengsara hidupnya, rusak otaknya, hilang masa depannya, dan meregang nyawa. Hal ini tentunya akan mendatangkan dosa bagi yang perilakunya dicontoh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved