Pertemuan Malik Mahmud Al Haytar dan Hamid Awaludin di Patra Kuningan

Keduanya mengenang peristiwa bersejarah itu dengan penuh haru. Mereka berpelukan dan saling menanyakan kabar

Pertemuan Malik Mahmud Al Haytar dan Hamid Awaludin di Patra Kuningan
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Malik Mahmud dan Hamid Awaludin, dua tokoh utama penandatangan MoU Helsinki 

Laporan Fikar W.Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA --- Dua tokoh penandatangan MoU Helsinki, Malik Mahmud Al Haytar dan Hamid Awaludin bertemu di kawasan Patra Kuningan, Jalan Jaya Mandala Jakarta Selatan, Rabu, 15 Agustus 2018, persis pukul 09.30 WIB.

Pada 13 tahun silam, saat penandatanganan MoU yang melahirkan kesepakatan damai antara RI dan GAM,
Indonesia diwakili Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin, sedangkan GAM mengutus Malik Mahmud Al Haytar.

Baca: PT Mifa Bersaudara Distribusikan Puluhan Hewan Qurban ke Gampong Binaan

Keduanya mengenang peristiwa bersejarah itu dengan penuh haru. Mereka berpelukan dan saling menanyakan kabar dan saling mendoakan bagi kebaikan.

"Tidak terasa Pak Hamid sudah 13 tahun. Banyak hal sudah berubah, banyak kemajuan dan juga ada hal-hal dari butir MoU yang belum selesai, dan harus diselesaikan," kata Malik Mahmud yang sekarang menjadi Wali Nanggroe Aceh.

Keduanya menikmati dua cangkir teh yang sangat terasa aroma tehnya.

Malik Mahmud dan Hamid Awaludin, dua tokoh utama penandatangan MoU Helsinki
Malik Mahmud dan Hamid Awaludin, dua tokoh utama penandatangan MoU Helsinki (SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA)

Kedua tokoh penting tersebut mengawali pembicaraan mereka awal-awal berunding dan liku-liku perundingan yang penuh keseriusan tinggi, kekeluargaan dengan tujuan utama bagaimana menyelesaikan persoalan Aceh yang bermartabat dan terhormat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca: Ini Tanggapan Unsyiah Terkait Tuntutan Mahasiswa S2 Soal Uang SPP

Mereka mengenang kembali, hampir 70 % sampai 80 % perundingan diselesaikan dalan disikusi kecil sambil berjalan di taman dan menyelusuri sungai di Vantaa sekitar 20 Km luar kota Helsinki.

Kedua tokoh tersebut juga sangat mengangumi Mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari (Internasional Crisis Management Initiative --CMI) yang menjadi mediator kedua pihak.

Martti melakukannya dengan cara-cara yang bijak dan terhormat dalam menangani perundingan tersebut.

Baca: Perubahan Uang SPP Dinilai Memberatkan, Mahasiswa S2 Laporkan Unsyiah ke Ombudsman

Tanpa terasa obrolan pagi itu yang dimulai sejak 9.30 pagi berakhir 11.30 pagi.

Terlihat kedua tokoh sangat bahagia, bisa reunian dengan penuh emosi keakraban dan ketulusan.

Keduanya sepakat menindaklanjuti hal-hal yang belum selesai untuk diselesaikan. "Kita harapkan Allah SWT selalu memberikan kesehatan yang baik, sampai terwujudnya Perdamaian yang mensejahterakan rakyat Aceh untuk bangsa Indonesia umumnya,"keduanya lalu berpisah dengan senyuman.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved