Tuntut UKT Diturunkan, Mahasiswa Unimal Demo

Seratusan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) pada Rabu (15/8), menggelar aksi di biro rektorat kampus

Tuntut UKT Diturunkan, Mahasiswa Unimal Demo
MAHASISWA Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara bersitegang dengan aparat Polres Lhokseumawe. SERAMBI/ZAKI MUBARAK

LHOKSUKON – Seratusan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) pada Rabu (15/8), menggelar aksi di biro rektorat kampus setempat menuntut supaya uang kuliah tunggal (UKT) 2 yang ditetapkan Rp 1 juta diturunkan menjadi Rp 500 ribu seperti UKT 1 bagi mahasiswa baru yang tidak lulus bidik misi. Selain itu, mahasiswa juga menuntut supaya masa pembayaran UKT tersebut diperpanjang lagi dari jadwal sebelumnya pada 13-16 Agustus. Aksi mahasiswa itu langsung ditanggapi pihak kampus, sehingga sekitar pukul 11.30 WIB, mahasiswa membubarkan diri.

“Aksi ini sudah kami lakukan dari semalam. Sebagian mahasiswa menginap di kampus, dan tadi pagi (kemarin pagi-red) kami mulai melakukan aksi bersama sekitar 120 mahasiswa dari berbagai fakultas di kampus tersebut dan juga pengurus organisasi mahasiswa (ormawa),” ujar Koordinator Aksi, Rizki Rahmatullah kepada Serambi, kemarin.

Dijelaskannya, dalam aksi itu mahasiswa menuntut supaya kampus menambah kuota bagi penerima bidik misi bagi mahasiswa baru. Mahasiswa juga meminta supaya UKT 2 sebesar Rp 1 juta tersebut diturunkan menjadi UKT 1 Rp 500 ribu bagi mahasiswa baru yang tidak lulus bidik misi. Sedangkan tuntutan ketiga, sebut Rizki, tenggang waktu pembayaran UKT tersebut harus diperpanjang. “Jadi, tadi pihak kampus menemui kami dan berjanji akan memenuhi tuntutan kami, sehingga kami bubar dengan tertib,” ujar Rizki.

Sementara itu, Pembantu Rektor Bidang Akademik, Dr Muhammad kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, pihaknya sudah memperjuangkan secara maksimal supaya kuota bidik misi di Unimal bertambah, karena bidik misi tersebut kewenangan pusat. “Unimal untuk tahun ini terbanyak ketiga penerima bidik misi di Indonesia. Kalau tahun lalu nomor dua, jadi bagaimana kita perjuangkan lagi,” katanya. “Tapi, kemungkinan mahasiswa tidak mengetahuinya,” imbuh dia.

Persoalan tuntutan UKT diturunkan, pihaknya akan terus mencari solusi. “Kami masih menunggu dari Pemerintah Pusat, karena masih ada kemungkinan penambahan bidik misi untuk Unimal. Jika ada tambahan bidik misi nantinya, UKT yang sudah dibayarkan tersebut akan kita kembalikan lagi ke mahasiswa,” janjinya.

Selain itu, ucap dr Muhammad, pihaknya juga akan membuat perankingan untuk penentuan jumlah pembayaran UKT tersebut. “Kenapa Rp 1 juta? Karena dengan jumlah tersebut kampus meskipun tetap terbeban tapi masih jalan (beroperasi), tapi kalau di bawah Rp 1 juta, itu sangat terbeban. Pun demikian, kita masih terus berupaya mencari solusi,” beber dia.

Sedangkan untuk tuntutan perpanjangan masa pembayaran sudah dipenuhi dari kemarin. “Itu memang sudah di-upload dari kemarin di website Unimal, tapi kemungkinan mahasiswa tidak melihatnya. Jadi pembayaran bisa berlangsung dari sekarang sampai akhir Agustus mendatang,” pungkas Pembantu Rektor Bidang Akademik Unimal.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved