Berat Albayrak, Menteri Keuangan Turki sekaligus Menantu Erdogan yang Kinerjanya Kini Jadi Sorotan

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Energi sejak 2015 tidak lama setelah menjadi anggota parlemen untuk

Berat Albayrak, Menteri Keuangan Turki sekaligus Menantu Erdogan yang Kinerjanya Kini Jadi Sorotan
Instagram/@beratalbayrak
Berat Albayrak 

SERAMBINEWS.COM - Krisis mata uang di Turki mengatarkan pada sosok Berat Albayrak, Menteri Keuangan berusia 40 tahun yang muncul sebagai tokoh sentral yang tiap perkataannya diawasi ketat oleh pasar global.

Menjadi sorotan internasional juga membuat banyak orang bertanya-tanya apakah Albayrak yang juga menantu Presiden Erdogan ini mampu membalikkan ekonomi negara.

Albayrak ditunjuk sebagai menteri keuangan dan keuangan oleh ayah mertuanya pada bulan Juli 2018 lalu.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Menteri Energi sejak 2015 tidak lama setelah menjadi anggota parlemen untuk Partai Keadilan dan Pembangunan Erdogan (AKP).

Baca: Kerap Lakukan Donasi, Hotman Paris Sudah Gelontorkan Sumbangan Rp225 Juta dalam 2 Bulan

Selama menjadi Menkeu, penampilannya pada Jumat 10/8/2018 lalu menjadi yang paling menonjol ketika ia berbicara kepada wartawan dan bankir mengenai rencananya untuk model ekonomi Turki yang baru.

Saat berpidato, berungkali Albayrak menyeka keringat dari alisnya, tidak seperti harapan karena kurangnya detail pada target baru untuk pertumbuhan, pengeluaran dan defisit transaksi berjalan yang besar.

Dikutip dari laman aljazeera.com, menurut pengamat, itu memberikan pedoman filosofis untuk ekonomi Turki tanpa memberikan langkah konkrit.

"Itu sangat mengecewakan," kata Timothy Ash, ahli strategi pasar senior di BlueBay Asset Management.

"Albayrak sudah berkantor selama sebulan. Sebenarnya tidak ada detail ... kami menginginkan detail yang bagus, kami ingin informasi yang sangat spesifik tentang bagaimana Albayrak akan mewujudkan target ini."

Berbicara kepada penyiar TRT World, ia menambahkan, "Tidak ada detail dalam hal apa yang sebenarnya akan disampaikan dalam hal spesifik untuk mengurangi defisit anggaran."

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved