Program Garam Geomembran Dimulai

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara sudah memulai program pengembangan usaha garam masyarakat

Program Garam Geomembran Dimulai
SERAMBI/JAFARUDDIN
ANGGOTA DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma meninjau lokasi program pengembangan usaha garam masyarakat di Kecamatan Lapang Aceh Utara pada Selasa (14/8) sore. SERAMBI/JAFARUDDIN 

* Telan Anggaran Rp 2,3 Miliar

LHOKSUKON – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara sudah memulai program pengembangan usaha garam masyarakat dengan benih geomembran di kawasan Kecamatan Lapang, Aceh Utara dengan dana Rp 2,3 miliar yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Program garam geomembran adalah hasil usulan anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma pada 2017 lalu. Selain di Aceh Utara dengan luas areal 15 hektare, program tersebut juga dilaksanakan di Pidie Jaya (Pijay).

Pada Selasa (14/8), Haji Uma bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Ir Mukhlis turun langsung ke lokasi untuk melihat realisasi program tersebut. Sebelumnya, staf dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI juga sudah turun untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

“Jadi, pekerjaan program tersebut sudah dimulai awal Agustus dengan masa pekerjaan tiga bulan. Artinya, program tersebut sudah harus selesai pada akhir Oktober. Untuk program pengembangan usaha garam masyarakat, dananya Rp 277 juta lebih. Sedangkan, selebihnya untuk pengadaan alat berat seperti excavator (beko) dan mobil pengangkut garam, termasuk benih geomembran,” ujar PPK Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Utara, Mukhlis kepada Serambi, kemarin. “Sedangkan untuk bangunan fisik akan dimulai nantinya pada 2019 mendatang,” imbuhnya.

Disebutkan, dari 15 hektare lahan itu, yang bisa menghasilkan garam sekitar 1,5 hektare dengan jumlah produksi sekali panen mencapai 40 ton. Sedangkan, sisa lahannya akan dimanfaatkan untuk penampungan air dan kolam untuk penampungan air tua. “Untuk jumlah petani dalam satu kelompok yang berada di bawah naungan koperasi sebanyak 40 orang,” ucapnya.

Gunakan Sesuai Peruntukan
Sementara itu, anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, dia ke turun ke Lapang untuk melihat realisasi program tersebut dan berharap supaya program itu bisa selesai tahun 2018. “Kita hadir di sini untuk mengecek bantuan yang sudah diberikan. Kita harapkan bantuan yang turun tersebut benar-benar dijaga sesuai dengan peruntukannya,” ujar Haji Uma.

Haji Uma menegaskan, bantuan tersebut jangan sampai disalahgunakan sehingga ke depan menjadi bekal oleh anggota kelompok dan menjadi contoh bagi daerah yang lainnya. “Makanya, saya sangat sering turun ke sini untuk berkali-kali mengingatkan ketua dan anggota kelompok. Jika bantuan ini salah dimanfaatkan yang berimbas kepada terjadi kerusakan alat, saya yang akan pertama kali melapor ke polisi,” tukas Haji Uma.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help