Tarian Gayo Meriahkan HUT RI

Aneka tarian Gayo ikut memeriahkan HUT ke-73 RI yang dilaksanakan secara serentak di empat kabupaten Dataran Tinggi Gayo

Tarian Gayo Meriahkan HUT RI
SERAMBI/ASNAWI
PAWAI: Pawai karnaval menggunakan kuda jantan merupakan Kebudayaan Tanoh Alas seperti pemamanan, pakaian adat etnis di bumi sepakat segenap ikut meriahkan Kemerdekaan HUT ke 73 RI di Halaman Lapangan Jenderal Ahmad Yani Kutacane, Jumat (17/8). Pawai tersebut disaksikan oleh Bupati Agara, Raidin Pinim MAP dan Muspida Plus serta para lainnya. SERAMBI/ASNAWI 

* Bupati Serahkan Remisi ke Tahanan

BLANGKEJEREN - Aneka tarian Gayo ikut memeriahkan HUT ke-73 RI yang dilaksanakan secara serentak di empat kabupaten Dataran Tinggi Gayo. Penyerahan remisi kepada para tahanan juga diberikan seusai upacara dengan mengunjungi langsung lembaga pemasyarakatan (lapas) masing-masing kabupaten.

Tarian Saman di Gayo Lues (Galus) yang telah diakui dunia, sampai Pelebat di Aceh Tenggara (Agara) dipertontonkan secara terpisah, baik di lapangan upacara maupun rumah tahanan (rutan).

Dilaporkan, seni Pongot (menangis), tari bines bersama saman menggema di dalam rumah tahanan (rutan) cabang Blangkejeren pada Jumat (17/8). Perhelatan itu dihadiri Bupati Muhammad Amru bersama unsur Muspida plus beserta jajaran kepala SKPK saat melakukan anjang sana ke rutan seusai menggelar upacara peringatan HUT RI.

Rutan Blangkejeren memberikan remisi terhadap 150 warga binaan, dengan pengurangan masa tahanan bervariasi. Kedatangan para petinggi Gayo Lues disambut dengan tarian pongot dan bines yang dimainkan oleh delapan warga binaan perempuan. Tari saman juga dilakonkan oleh warga binaan lainnya yang turut menghibur para pejabat dan warga binaan lainnya.

Bupati Galus Muhammad Amru dalam sambutannya mengatakan pemberian remisi harus transparan dan yang telah memperoleh remisi merupakan sebuah penghargaan. “Saya berharap, para warga binaan yang sudah mendapat remisi harus berubah ke arah lebih baik seusai kembali ke masyarakat,” harapnya.

Sedangkan Kepala Cabang Rutan Blangkejeren, Zulkifli mengatakan pemberian remisi ini sebagai motivasi bagi warga binaan lainnya untuk berbuat lebih baik. Dikatakan, para warga binaan juga turut dibina dengan pengembangan berbagai ketrampilan.

“Hingga saat ini, jumlah warga binaan cabang Rutan Blangkejeren sebanyak 211 orang, terdiri dari laki-laki 200 orang dan perempuan 11 orang,” ujarnya. Dia menambahkan, sebanyak 16 warga binaan lainnya merupakan tahanan yang dititipkan oleh polisi dan jaksa serta pengadilan.

Aceh Tenggara
Sementara itu, tarian pelebat ikut mewarnai peringatan HUT ke-73 RI di Lapangan Jenderal Ahmad Yani Kutacane, Jumat (17/8). Atraksi pelebat menggunakan bambu kecil yang saling pukul dengan punggung dilapisi pengaman merupakan tarian menyambut tamu kehormatan di Bumi Sepakat segenap.

Atraksi pelebat yang menjadi kebanggaan masyarakat Alas ini juga ditampilkan dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Dalam upacara, Bupati Agara, Drs Raidin Pinim MAP memimpin upacara dan sebagai komandan upacara, Kapten Inf Jujur Lubis.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved