Warga Blokir Jalan Lingkar Panjupian

Pemagaran ruas jalan lingkar Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan kembali terulang

Warga Blokir Jalan  Lingkar Panjupian
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Blokir Jalan 

TAPAKTUAN - Pemagaran ruas jalan lingkar Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan kembali terulang. Pemagaran dilakukan warga asal Panjupian yang saat ini menetap di Gampong Hilir, Kecamatan Tapaktuan. Menurut informasi sebagian tanah badan jalan tersebut merupakan milik keluarga mereka.

“Pemagaran pada ruas jalan lingkar Gampong Panjupian kembali terulang setelah dipagar oleh tiga orang masyarakat luar Panjupian. Pada saat pemagaran pertama tertempel tulisan ‘jalan ini baru bisa dibuka setelah ada penyelesaian,” kata salah seorang warga Panjupian kepada Serambi, Jumat (17/8).

Informasi yang diterima Serambi dari masyarakat Panjupian lainnya, pemagaran itu dilakukan karena pemilik tanah menuntut ganti rugi atas sebagian tanahnya yang dipakai untuk jalan lingkar Gampong Panjupian.

Masyarakat setempat mengaku kecewa atas aksi pemagaran. Menurut warga tanah tersebut sudah dihibahkan kepada pemerintah gampong pada saat dibangun badan jalan dengan program PPK pada tahun 2000 lalu.

Keuchik Panjupian, Teuku Irwan Kusnadi yang dikonfirmasi Serambi terpisah, Jumat (17/8) membenarkan bahwa saat ini ruas jalan lingkar Gampong Panjupian sedang diblokir oleh warga yang mengklaim sebagian badan jalan itu tanah milik keluarga mereka.

“Kita menyesalkan tindakan tersebut, sebab 18 tahun lalu sudah disepakati tanah di sepanjang jalan lingkar tersebut dihibahkan untuk Gampong Panjupian untuk dibangun jalan lingkar demi kemajuan gampong,” ungkapnya.

Sayangnya, Gampong Panjupian yang dulunya hutan, saat ini sudah maju dan menjadi tujuan wisata. Tapi malah ada warga luar yang terkesan menghambat pembangunan.

“Tadi malam (kemarin) kami sudah menjumpai pemilik tanah di Gampong Hilir, Tapaktuan dan melakukan negosiasi dan meminta baik-baik untuk pembukaan pagar tersebut, namun mereka tetap mengatakan tidak pernah menghibahkan tanah tersebut dan menuntut ganti rugi,” ungkap Irwan.(tz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved