23 Balon DPD Lolos  

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan 23 nama bakal calon (balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah

23 Balon DPD Lolos   
THARMIZI,Wakil Ketua KIP Aceh

BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan 23 nama bakal calon (balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerah pemilihan Aceh. Penetapan itu dibacakan dalam rapat pleno di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (18/8).

Dari 27 nama yang mendaftar ke KIP, hasil verifikasi perbaikan kedua terseleksi 23 nama balon anggota DPD RI yang memenuhi syarat (MS). Sedangkan tiga nama lain tidak memenuhi syarat (TMS) karena tak mencukupi syarat minimal dukungan fotokopi KTP sebanyak 2.000 lembar. Ketiganya adalah Murdani, Raihan Iskandar, dan Tgk T Abdul Muthalib. (lihat boks)

Sementara seorang lagi, Abdullah Puteh belum bisa ditetapkan pencalonannya setelah KPU RI meminta KIP Aceh menunda penetapannya pasca-keluar putusan Panwaslih Aceh yang meloloskan gugatan Abdullah Puteh terkait mantan napi korupsi tak bisa nyaleg.

Rapat pleno kemarin dipimpin oleh Wakil Ketua KIP Aceh, Tharmizi didampingi anggota KIP yaitu Munawar Syah, Ranisah, Agusni, Muhammad dan Akmal Abzal serta Sekretaris KIP Aceh, Darmansyah.

Sementara peserta yang hadir adalah ketua dan anggota KIP kabupaten/kota, ketua dan anggota Panwaslih Aceh, ketua dan anggota Panwaslih kabupaten/kota, penghubung balon anggota DPD RI, dan unsur muspika.

Rapat pleno itu dibagi dalam dua agenda yaitu pleno rekapitulasi hasil verifikasi faktual perbaikan kedua dan pleno rekapitulasi hasil akhir verifikasi faktual dukungan pemilih perseorangan terhadap calon anggota DPD RI asal Aceh.

Wakil Ketua KIP Aceh, Tharmizi menyampaikan, sesuai hasil akhir verifikasi, balon anggota DPD RI yang dinyatakan lolos sebanyak 23 orang. Balon yang memiliki syarat dukungan terbanyak adalah Masri Gandara Marzuki yaitu 4.211 foto kopi KTP, sedangkan yang memiliki dukungan paling sedikit adalah M Fakhruddin yaitu 2.013 lembar. “Mereka nantinya akan dimasukkan dalam daftar calon sementara (DCS) untuk diumumkan kepada masyarakat,” katanya.

Tharmizi menyampaikan, pengumuman DCS secara terbuka akan disampaikan pada 31 Agustus-2 September 2018. Dia meminta kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dengan melaporkan jika ada balon anggota DPD RI terbukti dari mantan narapidan korupsi, narkoba, dan kejahatan seksual terhadap anak, atau berijazah palsu.

“Nanti kita akan melihat, akan kita panggil LO (liaison officer). Kalau memang itu betul narapidana korupsi, pelaku pelecehan seksual, dan narkoba, nanti akan kita klarifikasi, balon itu bisa TMS,” ujarnya.

Tharmizi juga menyampaikan bahwa bila ada balon anggota DPD RI yang TMS tidak puas dengan keputusan KIP, bisa melaporkan ke Panwaslih Aceh. Nanti Panwaslih yang akan memeriksa proses verifikasi yang dilakukan KIP.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help