Aceh Tengah Juara Umum Debat

Siswa SMK Negeri 1 Takengon, Aceh Tengah keluar sebagai juara umum lomba debat Bahasa Indonesia

Aceh Tengah Juara Umum Debat
PARA juara debat Bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, dan Bahasa Jepang, berpose bersama Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Miftahuddin, dengan memperlihatkan medali emas seusai penutupan lomba yang dilaksanakan di Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh, Jumat (17/8) malam. 

* Untuk Tingkat Siswa SMK Se-Aceh

BANDA ACEH - Siswa SMK Negeri 1 Takengon, Aceh Tengah keluar sebagai juara umum lomba debat Bahasa Indonesia dan Olimpiade bahasa asing tingkat Provinsi Aceh tahun 2018.

Pada lomba yang ditutup Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Miftahuddin, MPd, Jumat (17/8) malam di Grand Aceh Syariah Hotel, Banda Aceh, tim Aceh Tengah memborong empat medali sekaligus, satu medali emas dan tiga medali perak.

Retno Wulandari dan Nikmaturrofiah merebut juara I lomba Bahasa Jerman. Sedangkan tiga tim lainnya yang berlomba dalam Bahasa Jepang, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, memborong seluruh gelar juara II.

Sementara itu, tiga gelar juara I lainnya masing-masing direbut siswa SMKN Penerbangan Aceh Besar untuk lomba Bahasa Inggris, siswa SMKN 1 Karangbaru, Aceh Tamiang untuk cabang lomba Bahasa Indonesia, dan siswa SMKN 1 Banda Aceh untuk cabang lomba Bahasa Jepang.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Teuku Miftahuddin mengatakan kemampuan berbahasa asing itu sangat penting di era globalisasi. “Kalau kita ingin menguasai dunia, maka yang harus dikuasai adalah bahasa dunia. Bahasa Inggris, Jerman, dan Bahasa Jepang, kini telah menjadi bahasa pengantar dunia dan ilmu pengetahuan,” tegas Miftahuddin.

“Karena itu, bagi anak-anak kami yang sudah bisa menguasainya bahasa asing itu dengan baik agar terus memperdalam. Sebab, meski sudah menang dan menjadi juara di sini, ke depan masih ada tantangan yang lebih besar. Terutama saat berlomba di tingkat nasional. Sebab lawan kita di sana dipastikan juga akan memiliki ambisi yang sama untuk menjadi juara,” tambah Teuku Miftahuddin.

Pada kesempatan itu Kabid Pembinaan SMK Teuku Miftahuddin juga meminta kepala sekolah yang siswanya keluar sebagai juara tingkat provinsi untuk terus melatih mereka secara lebih intensif lagi. Untuk biaya pelatihan dapat digunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sementara itu, Plt Kasi kesiswaan SMK Zulkarnaini yang juga ketua panitia debat mengatakan minat siswa SMK yang mengikuti lomba memang masih kurang. Untuk Bahasa Indonesia, misalnya hanya diikuti 33 orang (11 kabupaten/kota yang ikut), Bahasa Inggris 30 orang (10 kabupaten/kota), bahasa Jerman 8 orang, dan Jepang 5 orang. (sir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved