Hutan Pangwa Terbakar
Kebakaran kembali melanda Kabupaten Gayo Lues (Galus) secara silih berganti dalam dua bulan terakhir ini
* Diduga, Dilakukan Oleh Pembuka Lahan Baru
BLANGKEJEREN - Kebakaran kembali melanda Kabupaten Gayo Lues (Galus) secara silih berganti dalam dua bulan terakhir ini dan terbaru melumat hutan perbukitan di Pangwa, Kecamatan Blangjerango. Api terus membumbung tinggi diterpa angin kencang, sehingga kobaran api terus meluas dalam dua hari terakhir ini.
Warga menduga, kebakaran akibat adanya pembukaan lahan baru di lereng perbukitan oleh orang tak bertanggungjawab, padahal Muspida Plus telah melarang warga membakar hutan, termasuk TNI dan polisi. Imbauan itu tampaknya tak digubris oleh orang yang membuka lahan baru, padahal saat ini masih musim kemarau yang disertai hembusan angin kencang.
Kebakaran di Pangwa telah menghanguskan hutan gambut dan pohon pinus serta lahan pertanian masyarakat sampai Sabtu (18/8). Kebakaran terjadi di lokasi yang berdekatan, sehingga kepulan asap tebal tampak membumbung tinggi dan area kebakaran semakin meluas.
Sebelumnya, kebakaran hutan dan kawasan pertanian terjadi di beberapa lokasi, akibat kamarau panjang, bahkan dua hari lalu daerah Galus itu sempat diselimuti asap tebal. “Kebakaran hutan kembali terjadi di dua lokasi berdekatan di Pangwa yang diduga sengaja dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” kata Selamat, didampingi sejumlah warga Blangjerango lainnya, kepada Serambi, Sabtu (18/8).
Begitu juga yang dikatakan warga Kecamatan Kutapanjang bahwa kebakaran hutan yang terjadi di kawasan pegunungan Pangwa diduga sengaja dibakar oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan tujuan membuka lahan usaha baru di lereng pegunungan.
“Kebakaran hutan dan kawasan pertanian seperti kebun sere wangi masih marak terjadi di musim kemarau ini yang juga menyebabkan kekeringan, sehingga petani terancam gagal panen,” sebut Hendry, warga Kecamatan Kutapanjang.
Dilansir sebelumnya, kawasan pegunungan Kecamatan Dabun Gelang, terbakar hebat sejak Minggu (5/8) dan kobaran api terus meluas sampai Selasa (7/8) dan belum ada upaya pemadaman dari pihak terkait. Hutan pinus dan tanaman sere wangi yang berada di area seratusan hektare warga hangus jadi abu dilalap si jago merah.
Berdasarkan amatan Serambi, kemarin, hutan pinus dan tanaman sere wangi milik warga yang hangus terbakar berada di perbuktian Desa Sangir dan Tukit, Kecamatan Dabun Gelang. Kobaran api tampaknya terus meluas, seiring belum ada upaya pemadaman dari pihak terkait.
Kebakaran juga terjadi di kawasan pegunungan Kedah, Blangjerango, sudah berhasil dipadamkan, tetapi di Dabung Gelang, apa terus berkobar tanpa henti. “Kebakaran hutan pinus dan kebun sere wangi di kawasan perbukitan Sangir dan Tukik sudah terjadi sejak tiga hari lalu, tetapi masih dibiarkan,” kata Muhammad Ali, tokoh pemuda Sangir, Selasa (7/8).
Musim kemarau yang disertai angin kencang telah menyebabkan terjadinya kebakaran di kawasan pegunungan Leuser, Kecamatan Blangjerango pada Jumat (20/7/2018) siang. Bukan hanya kawasan hutan terbakar, tetapi juga kebun sere wangi milik warga di kawasan Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Jumat (20/7) petang hangus terbakar.
Sementara itu, Dandim 0113/Gayo Lues (Galus) Letkol Inf Muhammad Faizal Nastuin sempat mengatakan untuk mengantisipasi terjadi kebakaran lahan perkebunan dan hutan, sangat dibutuhkan peran aktif Penghulu beserta para perangkat desa.
“Perangkat desa harus selalu mengingatkan warganya, agar saat membersihkan lahan perkebunan, tidak dibakar, karena dapat menyebabkan kebakaran hutan yang lebih luas,” katanya. Dia menegaskan aparat hukum juga harus menindak pelaku yang sengaja membakar hutan dengan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.(c40)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bupati-berserta-jajaran-kepala-dinas-dan-badan-kantor_20180819_073919.jpg)