Pro Abes

Tanggulangi Kemiskinan dengan Pro-Abes

penduduk miskin Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2017 sebesar 15,41% atau turun 0,14% dari periode sebelumnya sebesar 15,55%

Tanggulangi Kemiskinan dengan Pro-Abes
BUPATI Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, menabuh rapa-i saat launching Program Pro-Abes di Aula Kantor LPMP Aceh, Niron, Kecamatan Sukamakmur, Rabu (15/8). 

KEMISKINAN merupakan masalah bangsa yang harus segera ditanggulangi melalui langkah-langkah dan pendekatan sistematik, terpadu, dan menyeluruh dalam rangka mengurangi beban dan memenuhi hak-hak dasar warga negara secara layak melalui pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan untuk mewujudkan kehidupan bermartabat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2017 sebesar 15,41% atau turun 0,14% dari periode sebelumnya sebesar 15,55%. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar di bawah kepemimpinan Bupati Ir Mawardi Ali dan Wakil Bupati Tgk H Husaini A Wahab, melalui misinya “Terwujudnya Aceh Besar yang Maju, Sejahtera, dan Bermartabat dalam Syariah Islam” berupaya menanggulangi kemiskinan melalui langkahlangkah koordinasi secara terpadu dengan lintas sektoral.

Penanggulangan kemiskinan di Aceh Besar selama ini dilaksanakan oleh dinas sosial dengan berbagai program yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat melalui dana APBN berupa program keluarga harapan (PKH), Pemerintah Aceh dengan sumber dana APBA, dan Pemkab menggunakan sumber dana APBK. Dalam rangka mensejahterakan masyarakat, khususnya kaum duafa dan tidak mampu serta untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, Pemkab Aceh Besar mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2017 tentang Program Aceh Besar Sejahtera (Pro-Abes) yang secara khusus bertugas menanggulangi kemiskinan. Program tersebut diluncurkan Bupati Mawardi Ali di Aula Kantor LPMP Aceh, Gampong Niron, Kecamatan Sukamakmur,Rabu (15/8).

“Saya berharap semua pihak dapat mengawasi Pro-Abes agar terlaksana dengan baik, sehingga penurunan angka kemiskinan di Aceh Besar dapat tercapai.”
-- MAWARDI ALI, Bupati Aceh Besar
“Saya berharap semua pihak dapat mengawasi Pro-Abes agar terlaksana dengan baik, sehingga penurunan angka kemiskinan di Aceh Besar dapat tercapai.” -- MAWARDI ALI, Bupati Aceh Besar ()

Bupati menjelaskan, Pro-Abes bertujuan untuk mensinergikan penanggulangan kemiskinan lintas sektor di Aceh Besar dan terintegrasi dengan program nasional yaitu PKH. “Saya berharap semua pihak dapat mengawasi Pro-Abes agar terlaksana dengan baik, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat serta penurunan angka kemiskinan di Aceh Besar dapat tercapai,” harap Mawardi Ali dalam sambutannya pada peluncuran program tersebut. Untuk melaksanakan Pro-Abes, Bupati membentuk Tim Pendampingan Program Aceh Besar Sejahtera (TP2-ABES) yang berfungsi menyusun kebijakan dan Pro-Abes, melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi data masyarakat penerima bantuan Pro-Abes, melakukan sinergi melalui singkronisasi, harmonisasi, dan integrasi program- progam penanggulangan kemiskinan di dinas terkait, serta melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan Program Aceh Besar Sejahtera. TP2-ABES terdiri atas penanggung jawab, penasehat, koordinator dan pelaksana.

Pelaksana Pro-Abes meliputi tingkat kabupaten 5 orang dan tingkat kecamatan sebanyak 62 orang. Pelaksana Pro-Abes memiliki kewenangan untuk melakukan langkahlangkah (strategi) sesuai arah dan kebijakan penanggulangan kemiskinan di Aceh Besar dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kabupaten itu. Strategi yang dilakukan yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil, serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. Keempat strategi di atas di jalankan dalam upaya menurunkan angka kemiskinan menjadi di bawah 10% (satu digit) sesuai target yg ditetapkan Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali. Hal ini juga bertujuan agar masyarakat miskin di Aceh Besar dapat menikmati kehidupan yang layak dan bermartabat yang pada akhirnya meraih kesejahteraan.(*)

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help