Mahasiswa Unsam Demo Rektorat

Seratusan mahasiswa, Senin (20/8) melakukan aksi protes ke Biro Rektorat Univesitas Samudra (Unsam) Langsa

Mahasiswa Unsam Demo Rektorat
MAHASISWA Unsam Langsa, Senin (20/8) menggelar aksi unjuk rasa di depan Biro Rektorat Unsam setempat. 

* Karena Laporan KKN Mahasiswa Ditolak LPPM

LANGSA - Seratusan mahasiswa, Senin (20/8) melakukan aksi protes ke Biro Rektorat Univesitas Samudra (Unsam) Langsa, karena pihak rektorat tidak mengakui laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang baru selesai dilaksanakan mahasiswa kampus itu berapa waktu lalu.

Mereka pun menolak keputusan hasil rapat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) yang memutuskan menolak laporan KKN yang menurut mereka telah sesuai dengan aturan pada buku panduan KKN yang ada.

Aksi unjuk rasa sebagian besar adalah mahasiswa tingkat akhir yang baru selesai melakukan KKN. Mereka mulai melakukan aksi ujuk rasa sekitar pukul 11.00 WIB di depan halaman Biro Rektorat Unsam Langsa.

Mahasiswa juga menutup paksa pintu gerbang kampus Unsam Langsa di Gampong Meurandeh, Kecamatan Langsa Lama itu, sehingga menyulitkan warga kampus lainnya yang hendak masuk atau keluar kompleks kampus. Hingga sore pukul 17.00 WIB, para mahasiswa pendemo masih bertahan di depan Biro Rektorat Unsam Langsa. Sementara, terlihat anggota Polres Langsa berjaga di luar kampus, mengantisipasi insiden yang tak diinginkan.

Saat aksi berlangsung, mahasiswa hanya disambut oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Bukhari SPd MPd. Namun mahasiswa bersikeras meminta kehadiran langsung, Rektor Dr Bachtiar Akop MPd, yang dikabarkan sedang berada di Banda Aceh.

Untuk meyakinkan bahwa Rektor Unsam sedang di Banda Aceh, saat itu Warek III menelpon langsung Rektor di depan mahasiswa. Namun mahasiswa tak yakin, dan aksi tetap terus berlanjut karena belum ada titik temu antara mahaaiswa pendemo dan pihak kampus.

Warek III, Bukhari, juga meminta agar mahasiswa bersabar menunggu kepulangan Rektor, dan melakukan pertemuan setelah lebaran Idul Adha, untuk mencari penyelesaian bersama. Tetapi mahasiswa tidak mau, dan meminta persoalan itu untuk dituntaskan hari itu juga.

Bahkan jika persoalan itu tidak selesai, mahasiswa mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan massa lebih besar saat berlangsungnya Orienstasi Perkenalan Kampus (Ospek) mahasiswa baru. “Jika tuntutan kami tidak ditanggapi, kami akan menggelar aksi lanjutan dan akan menurunkan mahasiswa lebih ramai lagi, saat Ospek mahasiswa baru pada 27 Agustus nanti,” ucap Ketua Dewan Mahasiswa (DPM), Boidatul Khoi.

Koordinator aksi, Aris Sanjaya, dalam orasinya mengatakan mahasiswa sangat kecewa kepada pihak kampus terutama kepada LPPM selaku panitia pelaksana KKN. Karena mereka tidak menerima laporan KKN yang telah selesai dibuat mahasiswa dengan susah payah.

Padahal laporan KKN mahasiswa itu telah ditandatangani oleh Warek I Bidang Akademik, Dr Saiman, selaku pihak penyelenggara. Laporan hasil KKN yang telah mereka jilid itu pun, menurut mahasiswa, sudah sesuai dengan buku panduan yang dibagikan kepada seluruh peserta KKN saat pembukaan atau coaching KKN.

Sementara , pihak LPPM menolak laporan KKN mahasiswa ini dengan alasan, laporan KKN mahasiswa tersebut tidak sesuai seperti yang diminta pihak LPPM. Sedangkan aturan yang dibuat pihak LPPM ternyata tidak sesuai buku panduan.

“Laporan hasil KKN sudah kami jilid, sesuai buku panduan yang dibagikan pihak kampus saat coaching KKN sebulan lalu, sebelum kami dilepas (diterjunkan) melaksanakan KKN di lapangan. Karena itu, kami menolak aturan baru LPPM itu, dan akan tetap mengacu pada aturan buku panduan yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.

Presiden Mahasiswa Pema Unsam Langsa, T Syahrul Ramadhan, meminta Rektor Unsam bertanggung jawab terhadap persoalan yang terjadi. Sebagai pimpinan tertinggi Unsam, Rektor harus mengelola managemen secara baik. “Sudah lama mahasiswa bersabar dengan kondisi birokrasi yang hancur-hancuran. Kami sudah lama bersabar dengan segudang janji yang tak ada hasil nyata sampai saat ini,” ujarnya.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help