Warga Demo PT Mifa dan PLTU

Puluhan warga di Dusun Gelanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya

Warga Demo PT Mifa dan PLTU
PARA warga melakukan aksi demo sebagai bentuk protes terhadap perusahaan PT Mifa Bersaudara dan PLTU di Dusun Gelanggang Meurak, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya Senin (20/8), terkait pencemaran debu batu bara yang sudah meresahkan warga setempat. 

* Terkait Pencemaran Debu Batubara

SUKA MAKMUE - Puluhan warga di Dusun Gelanggang Meurak, Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya berunjuk rasa ke perusahaan PLTU dan PT Mifa Bersaudara, Senin (20/8).

Aksi warga dipicu terkait pencemaran batubara yang milik kedua perusahaan itu yang dinilai sudah mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga setempat. Dalam aksi tersebut warga menuju perbatasan lokasi tumpukan batubara milik PT Mifa Bersaudara dan setelah dilanjutkan ke perbatasan PLTU. Massa juga membentang sejumlah spanduk dan poster di jalan nasional depan PLTU di Suak Puntong sebagai bentuk protes.

“Kami berharap aktifitas perusahaan bisa dihentikan sementara waktu, agar rumah kami tidak tercemar oleh debu batubara, atau segera mengganti rugi rumah dan tanah supaya kami bisa pindah ke tempat lainnya, supaya anak-anak dan keluarga kami bisa hidup dengan aman,” kata Irma (34), peserta aksi kepada Serambi, Senin (20/8).

Ia menambahkan, dampak pencemaran debu batubara tersebut membuat banyak warga terserang penyakit. Menurut warga saat ini tidak layak lagi tinggal di daerah itu, sebab perumahan warga diapit oleh perusahaan PT Mifa Bersaudara dan PLTU. Selain itu setiap hari rumah mereka tercemar debu batubara.

Warga saat ini masih terus bertahan lantaran tidak ada tempat lain yang bisa ditempati dan aman dari pencemaran debu batubara. “Kami tidak memungkinkan lagi tinggal di kawasan Dusun Gelanggang Meurak, Suak Puntong saat ini, sebab setiap hari kami menghirup debu batubara bahkan sudah mengganggu kesehatan,” kata Darna, warga Dusun Gelanggang Meurak.

Di sisi lain warga setempat juga mengaku tidak menerima bantuan dalam bentuk apa pun untuk kesejahteraan warga yang ada di sekitar perusahaan PLTU sejak perusahaan itu berdiri di Suak Puntong.

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Barat, Edy Syah Putra dan perwakilan Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) Aceh Barat Maskur yang ikut mendampingi warga mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk tindaklanjut dari rapat dengar pendapat (RDP) di DPRK yang belum memperlihatkan kemajuan.

“Padahal DPRK sudah merekomendasi tuntutan warga, dan aksi ini adalah inisiatif dari warga,” kata Maskur. Dikatakannya aksi tersebut juga bentuk aspirasi masyarakat yang disampaikan secara tidak langsung kepada pemerintah dan perusahaan. Sehingga persoalan tersebut dapat segera diselesaikan.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved