Diduga Jadi Lokasi 4 Pebasket Jepang Booking PSK, Begini Kehidupan Malam di Little Tokyo Jakarta

Suasana kontras terlihat ketika pandangan menuju ke club malam dan tempat pijat yang dihiasi lampu temaram.

Diduga Jadi Lokasi 4 Pebasket Jepang Booking PSK, Begini Kehidupan Malam di Little Tokyo Jakarta
TRIBUNNEWS.COM/AMRYONO PRAKOSO
Kawasan Little Tokyo di Blok M, Jakarta 

Pada Selasa (21/8), kawasan Little Tokyo seperti kota mati. Tidak ada lampu temaram yang menyala. Tidak lagi terlihat wanita berpakaian minim di depan toko.

Pemerintah Daerah melalui Kabid Pengendalian Tempat Usaha Satpol PP DKI Jakarta, Saigor Gultom menegaskan semua hiburan malam wajib ditutup jelang Idul Adha.

Sesuai dengan peraturan daerah dan peraturan gubernur.

"Kami akan patroli memastikan mereka tutup. Kami akan beri sanksi apabila masih ada yang buka," jelasnya di Kantor Balai Kota.

Waktu penertiban akan dimulai hingga Rabu (22/8) malam. Tidak akan ada penyegelan saat penertiban.

"Kalau tidak tutup, kami lakukan penghentian sementara. Selanjutnya, kami akan berikan peringatan tertulis," tegasnya.

Baca: Tampil di Perempat Final Americas Got Talent 2018, The Sacred Riana Merayap di Dinding

Dipulangkan

Sebelumnya, empat atlet bola basket Jepang dipulangkan dari ajang Asian Games 2018 setelah diduga membayar PSK untuk layanan seks.

Informasi ini disampaikan oleh Chef de Mission Jepang, Yasuhiro Yamashita dalam sebuah konferensi pers di Jakarta pada Senin(20/8/2018).

Keempat atlet itu tepergok sedang berada di sebuah daerah "red district" Jakarta dengan masih mengenakan seragam tim nasional. Keempat atlet tersebut juga telah meminta maaf atas perilaku mereka.

Keempat atlet yang terlibat adalah Yuya Nagayoshi (27), Takuya Hashimoto (23), Takuma Sato (23) dan Keita Imamura (22).

Mereka tidak diperbolehkan melanjutkan bertanding di ajang Asian Games 2018.

Dengan dipulangkannya empat pemain, tim basket Jepang kini tinggal memiliki delapan pemain basket yang masih berada di Indonesia untuk mengikuti pertandingan di Asian Games.

Didatangi PSK

Bagaimana pengakuan keempat pebasket Jepang ini?

Rasa menyesal dan permohonan maaf pun keluar dari mulut mereka.

"Mohon maaf kita memang tampaknya masih terlalu manis pikirannya sehingga terjadi hal tersebut," ungkap Nagayoshi, salah satu pebasket yang dipulangkan.

Bagaimana kisahnya, sampai pebasket ini terperangkap dalam jerat godaan para PSK?

Menurut Nagayoshi, setelah makan malam di Blok M Jakarta, para pemain basket ini tak bermaksud untuk bermain dengan para PSK ini.

Mereka mengaku usai makan malam, didatangi wanita yang kemudian menggoda dan menawarkan diri.

"Setelah kita ke luar restoran Jepang di sana, seorang wanita menegur menawarkan diri. Lalu datang pula seorang Jepang yang membantu melakukan negosiasi harga dan akhirnya kita bawa ke hotel si wanita tersebut," ungkapnya lagi.

Tak Enak

Sementara itu pemain lain Hashimoto mengakui sudah punya perasaan tak enak karena tergoda tawaran ini.

"Saya punya perasaan tidak enak sebenarnya tak boleh dilakukan apalagi pakai seragam tim Jepang. Jadi kita minta maaf sedalamnya akan kejadian ini," ungkapnya.

"Kami minta maaf sedalamnya atas kejadian ini. Tak disangka kita yang membawa bendera Jepang di acara Asian Games jadi tercoreng gara-gara kasus ini, oleh karena itu maaf sedalamnya atas kejadian ini kepada seluruh masyarakat Jepang," papar Yoko Mitsuya Ketua Asosiasi Basket Jepang kemarin malam dalam jumpa pers bersama empat pemain tersebut.

Akibat pelanggaran peraturan Komisi Olimpiade Jepang tersebut, tambahnya, keempat pemain basket Jepang harus dihapus dari daftar pemain basket nasional Jepang.

Blok M

Menurut mereka, kejadiannya pada 16 Agustus malam.

Tidak jauh dari hotelnya, mereka mampir ke Blok M untuk makan di restoran Jepang. Saat itu keempatnya masih menggenakan seragam tim Jepang.

Rupanya seorang wartawan Jepang menyaksikan kejadian mereka menawar wanita panggilan (PSK) di Blok M dan terjadilah transaksi lalu masuk ke hotel.

Setelah itu, sang wartawan Jepang menjaikan peristiwa itu sebagai berita dan dilaporkan ke ketua tim delegasi nasional Jepang Yasuhiro Yamashita.

Kejadian ini mendapat tanggapan langsung Ketua Tim Kontingen Jepang dan Ketua Asosiasi Basket Jepang sehingga segera mereka dipulangkan 19 Agustus malam dan tiba di bandara Narita 20 Agustus.

Di bandara Narita di hadapan pers pun mereka berjejer menundukkan kepala meminta maaf atas kejadian tersebut kemarin.

Malam hari selewat jam 20:00 waktu Jepang kemarin (20/8/2018) jumpa pers digelar untuk wartawan.

Dikeluarkan

Keempatnya kini juga dikeluarkan tak boleh ikut Olimpiade 2020 mendatang.

"Kami minta maaf sedalamnya atas kejadian ini. Tak disangka kita yang membawa bendera Jepang di acara Asian Games jadi tercoreng gara-gara kasus ini, oleh karena itu maaf sedalamnya atas kejadian ini kepada seluruh masyarakat Jepang," papar Yoko Mitsuya Ketua Asosiasi Basket Jepang kemarin malam dalam jumpa pers bersama empat pemain tersebut.

Akibat pelanggaran peraturan Komisi Olimpiade Jepang tersebut, tambahnya, keempat pemain basket Jepang harus dihapus dari daftar pemain basket nasional Jepang.

"Mohon maaf kita memang tampaknya masih terlalu manis pikirannya sehingga terjadi hal tersebut," ungkap Nagayoshi, salah satu pebasket yang dipulangkan.

Disayangkan

Beberapa warga Jepang menyayangkan kejadian tersebut tetapi menganggap itu gara-gara ulah wartawan Jepang melaporkan hal tersebut.

"Semua juga main cewek pasti lah, lalu ngapain wartawan itu menuliskan berita kan berarti dia juga ada di sana main cewek pula mungkin. Ngapain sih lapor-lapor begituan, kan jadi buat malu sendiri bagi orang Jepang," ungkap Tanaka seorang warga Jepang kepada Tribunnews.com Selasa ini (21/8/2018). (Tribun Network/Amryono Prakoso/Koresponden Tribun/Richard Susilo)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Mengintip Kehidupan Malam di Little Tokyo Jakarta, Diduga Lokasi 4 Pebasket Jepang Booking Cewek

 

Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved