Ini Isi Khutbah Idul Adha di Pidie Jaya, Pentingnya Wasiat Rasul Pada Haji Wada'

“Tidak beriman diantara kamu sebelum kamu mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri”.

Ini Isi Khutbah Idul Adha di Pidie Jaya, Pentingnya Wasiat Rasul Pada Haji Wada'
Munawar A.Djalil, MA. 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Khatib Salat Idul Adha 1439 H di mesjid Agung Tgk Chiek Pante Geulima Pidie Jaya, Dr H Munawar A Djalil MA menyampaikan beberapa pesan penting dari wasiat Rasulullah SAW saat haji terakhir-Nya atau haji Wada'.

Di hadapan ribuan jamaah serta unsur Forum Pimpinan Daerah (Firkopinda) Pijay, mantan kepala Dinas Syariat Islam Aceh itu mengatakan, bahwa setelah Haji Wada’ dan ayat yang terakhir telah diturunkan (Almaidah Ayat 3), 81 hari kemudian tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah dalam usia 63 tahun beliau berangkat menemui Allah SWT.

"Nabi tidak lagi berhaji setelah itu. Beliau pergi untuk selama-lamanya,"sebutnya.

Jika hari raya Idul Fitri adalah hari raya peletakan batu pertama bagi bangunan Islam yakni dengan turunnya wahyu pertama di bulan Ramadhan.

Baca: Idul Adha Tahun Ini, Ternak Qurban dari SKPK Pidie Jaya Sudah Mencapai 154 Ekor 

Maka hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban adalah hari raya peletakan batu terakhir dari ajaran Islam.

Silih berganti Nabi dan Rasul datang meletakkan batu demi batu bagi bangunan Islam, dan akhirnya datanglah Nabi Muhammad SAW meletakkan batu terakhir dari bangunan itu dan sempurnalah Islam sebagai agama yang diridhai-Nya.

Pada hari Mina sekarang ini, khatib mengajak marilah merenung kembali sebagian wasiat Nabi pada Haji Wada’ itu.

Pertama, Rasullullah SAW mengingatkan untuk menjaga persaudaraan di antara kaum muslim. Darah, harta dan kehormatan kaum muslim tidak boleh diganggu.

Baca: Drama Kolosal Pertempuran Sultan Iskandar Muda Merebut Kemerdekaan Warnai HUT Ke-73 RI di Pijay

Artinya, selaku umat islam, dilarang melukai sesama muslim, dilarang mengambil harta dengan cara yang haram, dan dilarang menghina, memfitnah, mencemooh dan hal-hal lain yang bisa meruntuhkan kehormatannya.

Halaman
123
Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help