Meminta Maaf Lebaran Hanya dengan Whatsapp? Begini Penjelasan Khatib Idul Adha di Masjid Raya

"Dan sebaik-baik orang adalah yang mampu memberi maaf sebelum ia meminta maaf," ujar Dr Ajidar

Meminta Maaf Lebaran Hanya dengan Whatsapp? Begini Penjelasan Khatib Idul Adha di Masjid Raya
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Para jamaah bersiap melaksanakan shalat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Rabu (22/8/2018) 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Dr Tgk H Ajidar Matsyah Lc MA menjadi khatib Shalat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (22/8/2018).

Dalam ceramahnya, Dr Ajidar mengupas beberapa hal terkait ukhuwah islamiyah yang seyogianya harus dijaga oleh umat muslim dalam momentum apapun.

Lebih-lebih momen Hari Raya Idul Adha seperti saat ini.

Baca: Serahkan Hewan Kurban, Plt Gubernur Aceh Saksikan Langsung Penyembelihan di Masjid Raya

Dr Ajidar mengatakan, makna berkurban sesungguhnya dalam Hari Raya Idul Adha adalah menyembelih egoisme pada diri masing-masing dan merajut kembali ukhuwah dan silaturahmi.

"Selama ini, ukhuwah kita terhijab oleh egoisme kita masing-masing, ada yang merusak ukhuwah bahkan ada yang terputus ukhuwah disebabkan oleh keegoan kita antarsesama," kata Dr Ajidar.

Salah satu cara untuk menjaga ukhuwah menurut Dr Ajidar, adalah dengan cara meminta maaf atas semua khilaf dan salah yang pernah dilakukan.

Baca: Remaja Masjid Al-Furqan Mibo Juara Pawai Takbir Idul Adha 1439 H

Hari Raya Idul Adha adalah momentum yang tepat untuk itu, selain umat Islam juga menyembelih hewan kurban.

Lantas, bagaimana seharusnya meminta maaf saat hari raya tiba, apakah cukup dengan mengirim pesan Whatsapp saja?

Maaf memaafkan seperti apa yang diinginkan? "Apakah maaf memaafkan lewat Whatsapp, melalui line, melalui baliho atau spanduk? Tidak!," kata Dr Ajidar.

Maaf memaafkan yang dimaksud adalah ungkapan maaf yang keluar dari mulut bersumber dari hati seseorang yang mukallaf dengan tulus.

Baca: Siaran Langsung Pawai Takbir Idul Adha 1439 H di Kota Banda Aceh

"Kaidah Arab menyatakan, kalimat itu jika keluar dari hati akan masuk ke hati. Maaf seperti itulah yang mampu merawat ukhuwah sampai kapanpun," kata Ajidar.

Anjuran maaf memaafkan seperti itu katanya, berlaku secara umum, bukan hanya maaf dari seorang anak untuk orang tuanya, istri ke suami, murid ke guru, dan seterusnya.

"Dan sebaik-baik orang adalah yang mampu memberi maaf sebelum ia meminta maaf," ujar Dr Ajidar. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved