Kemenkeu Akui Ada Dampak Terhadap Kemampuan Bayar Utang Pemerintah Akibat Pelemahan Rupiah

Perkara utang pemerintah yang belakangan ramai dibahas tidak lepas dari fenomena pelemahan rupiah terhadap dollar AS

Kemenkeu Akui Ada Dampak Terhadap Kemampuan Bayar Utang Pemerintah Akibat Pelemahan Rupiah
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Rupiah dan dollar AS 

SERAMBINEWS.COM - Perkara utang pemerintah yang belakangan ramai dibahas tidak lepas dari fenomena pelemahan rupiah terhadap dollar AS.

Banyak pihak yang berpendapat, melemahnya rupiah akan membuat besaran utang yang harus dibayar semakin membengkak, sehingga jadi beban untuk negara.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menjelaskan, memang betul ada pengaruh pelemahan rupiah terhadap posisi utang pemerintah.

Baca: PM Malaysia Fokus Kurangi Utang Negara, Mahathir Mohamad Batalkan 3 Proyek dengan China

Pelemahan rupiah akan langsung terasa ketika pemerintah harus membayar utang yang jatuh tempo pada tahun saat pelemahan mata uang terjadi.

"Ada lah pengaruhnya karena dari kurs pasti ada depresiasi. Tapi, kita beruntung karena sekarang banyak yang (dalam mata uang) rupiah," kata Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan DJPPR Scenaider Siahaan saat berbincang dengan Kompas.com pada Selasa (21/8/2018).

Scenaider menjelaskan, dulu utang pemerintah lebih banyak dalam kurs dollar AS ketimbang rupiah.

Baca: Rupiah Masih Melemah, Transaksi Money Changer Sepi, Diduga Nasabah Tunggu Dollar Menguat Lagi

Sehingga, ketika masa jatuh tempo tiba dan sedang ada gejolak ekonomi global yang membuat dollar AS menguat, pemerintah lebih sulit memenuhi pembayaran utang tersebut dengan mengandalkan rupiah.

Namun, ketika porsi utang lebih banyak dalam rupiah, maka pemerintah tidak perlu menanggung beban pembayaran utang meski dollar AS sedang menguat dan rupiah melemah seperti sekarang ini.

Posisi saat ini, menurut Scenaider, lebih dominan utang dalam rupiah ketimbang dollar AS.

Baca: Dampak Terjungkalnya Rupiah, Perusahaan Mulai Kelimpungan, Utang Membengkak

"Sekarang sekitar 60 persen (total utang) dalam rupiah, sudah besar. Perkiraan kita porsi rupiah 60 persen sampai akhir tahun," tutur Scenaider.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help