Banjir dan Badai Landa Aceh

Banjir dan badai melanda sebagian Aceh pada Selasa dan Rabu (22/8) sehingga mengganggu arus mudik Lebaran

Banjir dan Badai Landa Aceh
DESRIZAL, Kepala ASDP Meulaboh

* Feri Sinabang-Meulaboh Urung Berangkat

MEULABOH - Banjir dan badai melanda sebagian Aceh pada Selasa dan Rabu (22/8) sehingga mengganggu arus mudik Lebaran Idul Adha dari Banda Aceh ke Aceh Jaya dan sebaliknya. Bahkan hingga Kamis kemarin, jalan Ateung Teupat di ruas Meulaboh-Kuala Bhee sempat lumpuh akibat banjir sehingga arus transportasi terpaksa dialih ke jalur lain.

Gempuran badai di pesisir pantai barat-selatan Aceh juga menyebabkan feri dari Sinabang ke Meulaboh, Aceh Barat, tak berlayar. Sedangkan di rute Nias, Sumatera Utara-Pulau Banyak, Aceh Singkil, badai dan ombak besar menyebabkan sebuah boat yang ditumpangi sembilan turis Australia kehilangan kontak lebih dari 24 jam, tapi akhirnya selamat tiba di Pulau Banyak.

Dari Meulaboh dilaporkan, hujan lebat yang melanda Aceh Barat selama dua hari terakhir menyebabkan Kamis kemarin jalan Ateung Teupat, Kecamatan Bubon, dikepung banjir. Puluhan rumah penduduk di kecamatan itu juga terendam air. Banjir juga menyebabkan beberapa titik di desa lain di Aceh Barat terendam, misalnya, di Kecamatan Bubon, Samatiga, dan Kaway XVI.

Selain itu, dua sungai besar, yakni Krueng Woyla dan Krueng Meureubo, meninggi debit airnya. Sebuah sekolah di Kecamatan Meureubo juga terendam, demikian pula sejumlah rumah penduduk di Kecamatan Kaway XVI. Mendung tebal hingga Kamis sore masih menyelimuti wilayah itu. Jika hujan lagi, diprediksi bakal lebih banyak rumah warga yang terendam banjir.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Kismar Turangga yang ditanyai kemarin mengakui bahwa jalan Ateung Teupat dikepung banjir sehingga jalan menuju tiga kecamatan, meliputi Woyla, Woyla Tumur, dan Woyla Barat terganggu. “Lokasi yang terendam merupakan daerah langganan banjir,” katanya.

Menurut Kismar Turangga, untuk memastikan permukiman tidak terendam di Kecamatan Johan Pahlawan, tim BPBD setempat sudah melakukan pembelahan suak di Suak Ribee sehingga air dapat mengalir ke laut.

Amatan Serambi, Tim BPBD Aceh Barat masih terus memantau perkembangan cuaca, khususnya hujan deras dan dampaknya terhadap sejumlah desa yang terdampak banjir.

Hujan deras sejak Senin dan Selasa (21/8) juga menyebabkan banjir di Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Malah longsor kecil terjadi di Gunung Geurutee, sehingga sebuah pondok kuliner di atas gunung itu ambruk bagian depannya karena tanah di kawasan itu mendadak labil.

Longsor dan banjir di kawasan Aceh Jaya itu memengaruhi arus mudik Idul Adha. Zusma (22), warga Lamno, Aceh Jaya di Banda Aceh urung mudik pada Idul Adha kali ini lantaran kondisi longsor di Gunung Geurutee dan banjir di Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Ia terpengaruh kabar dan video yang beredar melalui medsos bahwa kawasan Geurutee riskan dilalui mobil pada hari menjelang Idul Adha karena ada titik yang longsor, di samping banjir melanda Kecamatan Jaya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help