Pulau Mangkir Besar Kini tak Lagi Sebesar Namanya

PULAU eksotik seukuran kira-kira tiga kali lapangan sepak bola di kawasan Singkil Utara, Aceh Singkil

Pulau Mangkir Besar Kini tak Lagi Sebesar Namanya
PANTAI Pulau Mangkir Besar di kawasan Singkil Utara, Aceh Singkil. Foto direkam baru-baru ini. 

PULAU eksotik seukuran kira-kira tiga kali lapangan sepak bola di kawasan Singkil Utara, Aceh Singkil, itu bernama Pulau Mangkir Besar. Di tengahnya terdapat pohon kelapa, cemara, tumbuhan liar serta aneka jenis burung.

Di sekitar pulau terdapat hamparan terumbu karang dengan air laut biru tosca. Pulau itu berderet dengan gugusan pulau lainnya seperti Pulau Birahan, Mangkir Kecil dan Pulau Panjang, yang terhampar di perbatasan Aceh-Sumatera.

Konon pulau-pulau itu dahulunya menyatu, namun akibat penomena alam menjadi terpisah bahkan tenggelam sebagaimana dialami Pulau Lipan yang berjarak sekitar 1 kilometer dari Pulau Mangkir Besar. Soal penomena alam berupa hempasan ombak, dialami Pulau Mangkir Besar.

Sebelumnya Mangkir besar, sesuai namanya berukuran cukup besar. Namum akibat terus digempur ombak ukuran pulau menjadi menyusut. Sehingga lebih kecil dari Pulau Mangkir Kecil, yang berada di sebelahnya. “Dulu Pulau Mangkir Besar, ya besar. Sekarang ukuraanya malah lebih kecil dari Pulau Mangkir Kecil,” kata Darwis, nelayan yang sehari-hari mencari nafkah di dekat Pulau Birahan, pertengahan pekan ini.

Makin menyusutnya ukuran Pulau Mangkir Besar, sangat disayangkan. Sebab pulau itu cukup indah, jaraknya pun dekat dari objek wisata Pantai Cemara Indah. Pasir putih mengelilingi Pulau Mangkir Besar, kemudian di sekelilingnya juga terdapat trumbu karang pada kedalaman sekitar 10 meter.

Pada bulan-bulan tertentu pengunjung dapat menikmati atraksi ribuan burung yang singgah di Pulau Mangkir, sebelum bermigrasi ke tempat tujuan. Sayang, jika pulau tempat nelayan berlindung dari badai itu nasibnya serupa dengan Pulau Lipan, tenggelam ke laut.

“Sebaiknya ada langkah dari Pemerintah supaya Pulau Mangkir Besar, tetap ada,” kata Fardi, wisatawan yang berkunjung ke Pulau Mangkir Besar.(dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved